Lakukan Sejumlah Langkah Intervensi, Angka Stunting Kabupaten Bogor Turun 4,78 Persen

- Jumat, 2 Desember 2022 | 14:25 WIB
Ilustrasi | Bupati Cianjur H. Herman Suherman mengakui jika daerahnya saat ini zona merah, karena prevalensi stunting dengan persentase 33 persen. (Pixabay/Gerd Altmann)
Ilustrasi | Bupati Cianjur H. Herman Suherman mengakui jika daerahnya saat ini zona merah, karena prevalensi stunting dengan persentase 33 persen. (Pixabay/Gerd Altmann)

AYOBOGOR.COM -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor masih bekerja keras untuk mengejar bebas stunting atau zero stunting. Penurunan angka stunting dilakukan dengan intervensi spesifik seperti imunisasi, pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan Balita, serta pemantauan pertumbuhan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bogor Hadijana menerangkan, berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemkab Bogor. Termasuk intervensi sensitif seperti penyediaan air bersih, perbaikan sanitasi, peningkatan pendidikan, penanggulangan kemiskinan, dan peningkatan kesetaraan gender.

“Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, angka stunting di Kabupaten Bogor per November 2022 berada diangka 4,78 persen. Kami sangat berterima kasih kepada tenaga kesehatan, Satgas stunting, dan semua pihak yang telah turut serta dalam upaya pengentasan stunting di Kabupaten Bogor,” ujar Hadijana dilansir dari Republika.co.id, Jumat 2 Desember 2022.

Baca Juga: UMK Pekanbaru 2023 Terbaru, Jadi Rp 3,3 Juta

Hadijana mengatakan, permasalahan stunting merupakan tanggung jawab bersama dan lintas sektoral. Sinergi dan kolaborasi lintas sektor dan stakeholder perlu ditingkatkan untuk penanganan stunting yang lebih terintegrasi dan komperehensif.

Diketahui, Pemerintah Pusat menargetkan turun 14 persen pada tahun 2024, dan Provinsi menargetkan sebesar 17,2 persen. Menurutnya, Pemkab Bogor pun berkomitmen melakukan intervensi stunting secara menyeluruh demi tercapainya Bogor Bebas Stunting di 2024.

“Percepatan penanganan dan penajaman sasaran stunting pada tahun 2020 telah ditetapkan 38 desa dari 14 kecamatan, dan tahun 2021 sebanyak 68 desa di 26 kecamatan, serta tahun 2022 telah ditetapkan 104 desa di 34 kecamatan sebagai lokus fokus intervensi stunting,” paparnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Mike Katlarina, menjelaskab sejak 2019 Kabupaten Bogor telah dipilih oleh pemerintah pusat menjadi salah satu kabupaten lokus intervensi stunting dari 160 kabupaten/kota. Penentuan lokus sebagai upaya percepatan yang bertujuan untuk penajaman sasaran wilayah penanganan stunting serta untuk mempermudah koordinasi dan pelaksanaan pilar penanganan stunting.

Baca Juga: Sinopsis Reborn Rich, Drama Korea Adaptasi Webtoon yang Dibintangi Song Joong Ki

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

4 Fakta Siswa Siswi Atlet Dance Sport SMPN 1 Ciawi

Rabu, 18 Januari 2023 | 12:37 WIB
X