Sholeh Iskandar Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional asal Bogor Sejak 2016

- Rabu, 25 Januari 2023 | 08:45 WIB
Bima Arya
Bima Arya

AYOBOGOR -- Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor bekerjasama dengan Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) dan Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Bogor melaksanakan seminar nasional pengusulan KH. Sholeh Iskandar sebagai pahlawan nasional, Selasa (24/1/2023).

Seminar nasional yang dilaksanakan di Auditorium Prof. Abdullah Siddiq Kampus UIKA Bogor, menghadirkan keynote speaker Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy.

Proses pengusulan KH. Sholeh Iskandar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor saat ini sudah melewati proses tingkat kota dan sudah lolos di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, setelah lolos di tingkat provinsi usulan tersebut selanjutnya diusulkan ditingkat pusat.

"Ditingkat pusat memang salah satu kementerian yang terlibat adalah Kemenko PMK. Untuk itu saya mohon seluruh proses segera disampaikan kepada saya selaku Menko, mudah-mudahan saya bisa membantu percepatan," katanya.

Muhadjir menyampaikan dari informasi yang ia dapat dari Rektor UIKA bahwa saat ini KH. Sholeh Iskandar sudah memiliki Biografi meskipun belum lengkap.
Namun, sambung Muhadjir data itu cukup untuk menjadi modal awal sambil terus berjalan proses pengumpulan data-data, naskah akademik, kajian akademik melalui seminar-seminar, diskusi publik yang melibatkan akademisi, organisasi, sejarawan, komunitas dan sebagainya.

Setelah data itu dikumpulkan, kemudian direkonstruksi dari awal perjuangan kemerdekaan, pertengahan, hingga masa setelah kemerdekaan.

"Saya yakin kalau itu bisa disusun dengan sangat bagus bermanfaat, bukan saja bisa menjadi sebagai pahlawan nasional, tapi juga bisa memperkaya khasanah sejarah menjelang dan setelah kemerdekaan di Indonesia," ujarnya.

Pendalaman tentang sosok KH. Sholeh Iskandar ini penting untuk terus didalami peranannya melalui kajian dan riset yang kemudian dihasilkan sebuah rekomendasi penyusunan dari sejarahwan atau akademisi.

Halaman:

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X