Kemunculan Sesar Baru Diyakini Jadi Penyebab Gempa Cianjur

- Kamis, 24 November 2022 | 11:49 WIB
14 warga dilaporkan meninggal dunia akibat gempa Cianjur, Senin, 21 November 2022. (ist)
14 warga dilaporkan meninggal dunia akibat gempa Cianjur, Senin, 21 November 2022. (ist)

AYOBOGOR.COM -- Sesar baru diyakini menjadi pemicu gempa berkekuatan 5,6 magnitudo di Cianjur, Senin, 21 November 2022.

Potensi kemunculan sesar baru ini disampaikan oleh Peneliti senior dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) Institut Tekonologi Sepuluh Nopember (ITS), Amien Widodo.

Ia meyakini, gempa Cianjur bukan dipicu sesar Cimandiri. Pasalnya, Sesar Cimandiri memiliki lintasan yang sangat jauh dari pusat gempa Cianjur di Kecamatan Cugenang.

Amin mengemukakan, jarak Sesar Cimandiri ke pusat gempa Cianjur mencapai 12 kilometer. Artinya kemungkinan gempa itu terjadi akibat Sesar Cimandiri sangat kecil.

Baca Juga: Harga Emas Antam Kamis 24 November 2022 Naik

"Jarak 12 kilometer itu ya jauh. Makanya kalau dilihat kan dari arahnya tadi, misalnya dia (pusat gempa Cianjur) searah dengan sesar Cimandiri atau malah tegak lurus, kita kan gak tahu," ujar Amin dilansir dari Republika.co.id, Kamis, 24 November 2022.

Maka itu, ia mendorong adanya penelitian untuk mengetahui kemungkinan adanya sesar baru di sekitar pusat gempa Cianjur. Waktu penelitian untuk mengetahui pusat gempa biasanya cukup lama dan diawali dengan pengukuran geofisika.

Setelah itu, baru dilakukan penggalian untuk mengetahui pergeseran tanah yang terjadi. Tanah yang bergeser lalu diambil sampelnya untuk dilakukan pengetesan umur.

"Biasanya ngetes umurnya yang lama bisa berbulan-bulan karena dilakukannya di Amerika ngetesnya," ujarnya.

Baca Juga: Daniel Mananta Sudah Mualaf, Tengku Zanzabella Bilang Begini

Amien mengatakan, berdasarkan pengetesan umur tanah tersebut, bisa diketahui kecepatan pergeseran tanah. Hasil penelitian itu juga memprediksi kemungkinan besaran gempa yang terjadi berikutnya.

"Jadi untuk mengetahui kecepatannya berapa itu dari umur tadi. Dari lapisan yang kita gali tadi. Dan nanti magnitudo yang akan datang berapa bisa tahu juga," papar Amien.

Penelitian juga diperlukan untuk pemerintah daerah melakukan pemetaan wilayah berdasarkan zona sesar yang ada. Menurut Amin, dengan begitu nantinya akan diketahui daerah mana saja yang tidak diperbolehkan ada penghuni atau bangunan karena alasan keselamatan.

Baca Juga: UMP 2023 Naik 10% Diumumkan Minggu Depan, Ini Besaran Masing-masing Provinsi

"Jadi dipetakan mana yang memang tidak boleh dihuni atau tidak boleh ada rumah. Mungkin sawah boleh. Kemudian 1 kilometer dari situ baru boleh dihuni dengan bangunan tahan gempa yang ketat. Artinya tata ruang harus diperbaiki," katanya.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

CPNS 2023 Kapan Dibuka? Ini Kata Kementerian Pan RB

Sabtu, 26 November 2022 | 07:52 WIB

Link Pendaftaran PPPK Kemenag 2022 Terbaru

Jumat, 25 November 2022 | 16:38 WIB

Ternyata Begini Cara Berkomunikasi dengan Kucing

Jumat, 25 November 2022 | 14:42 WIB

Banpres BPUM Cair 2022, Ini Jadwal dan Cek Penerima!

Jumat, 25 November 2022 | 13:37 WIB

Harga Emas Antam Jumat 25 November 2022 Turun Tipis

Jumat, 25 November 2022 | 10:49 WIB

UMK 2023 Sukabumi 4 Juta? Segini Besarannya saat Ini

Jumat, 25 November 2022 | 09:28 WIB
X