Miris dan Prihatin, KPK Tangkap Hakim Agung Terkait Kasus Suap di MA

- Jumat, 23 September 2022 | 10:00 WIB
Ilustrasi Terima Suap. (Pixabay/No-longer-here )
Ilustrasi Terima Suap. (Pixabay/No-longer-here )

JAKARTA, AYOBOGOR.COM - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan sedih dan prihatin harus menangkap hakim agung atas dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung.

"KPK sangat prihatin dan berharap ini penangkapan terakhir terhadap insan hukum. Mengingat artinya dunia peradilan dan hukum kita yang semestinya berdasar bukti, tetapi masih tercemari uang. Para penegak hukum yang diharapkan menjadi pilar keadilan bagi bangsa, ternyata menjualnya dengan uang," ujar Ghufron.

Lembaga anti rasuah ini mengharapkan penangkapan tersebut menjadi yang terakhir terhadap insan hukum.

Baca Juga: Kata Pakar Hukum Soal Tuntutan 3 Tahun Penjara ke Bupati Bogor Nonaktif Ade Yasin: Dimana Objektifitas KPK

"KPK bersedih harus menangkap hakim agung. Kasus korupsi di lembaga peradilan ini sangat menyedihkan," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam keterangannya di Jakarta, Kamis petang (22/9/2022) melansir Suara.com.

Padahal, kata Ghufron, KPK sebelumnya juga telah memberikan penguatan integritas di lingkungan Mahkamah Agung, baik kepada hakim dan pejabat strukturalnya.

"Harapannya tidak ada lagi korupsi di MA. KPK berharap ada pembenahan yang mendasar, jangan hanya 'kucing-kucingan'. Berhenti sejenak ketika ada penangkapan, namun kembali kambuh setelah agak lama," tambah Ghufron.

Baca Juga: OTT Didepan Gedung DPR RI, Bupati Pemalang Terkena OTT KPK

KPK sebelumnya telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap beberapa pihak atas dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung pada Rabu (21/9) malam.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Sumber: Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasus Suap Perkara di MA, KPK Baru Tahan 6 Tersangka

Jumat, 23 September 2022 | 14:03 WIB
X