Ketua DPR RI: Indonesia Peringkat Ketiga Negara Paling Banyak Alami Peretasan Data

- Jumat, 16 September 2022 | 19:00 WIB
Puan Maharani. (Istimewa.)
Puan Maharani. (Istimewa.)

JAKARTA, AYOBOGOR.COM -- Kasus kebocoran data di Indonesia bukan hanya dari fenomena Bjorka semata. Bahkan, kasus kebocoran data di Indonesia sudah banyak terjadi sejak beberapa tahun terakhir.

Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti Laporan Global Data Breach Statistics (Surfshark) triwulan III-2022 yang menempatkan Indonesia di peringkat ketiga sebagai negara yang paling banyak mengalami peretasan data.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa Indonesia mengalami 12,7 juta aksi peretasan.

Puan mengingatkan agar Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Data yang dibuat pemerintah dapat menyelesaikan masalah kebocoran data dan kejahatan siber secara menyeluruh. 

Sehingga tugasnya tidak hanya memburu peretas yang diduga Bjorka saja.

Baca Juga: Sosok Hacker Bjorka, Benarkah untuk Pengalihan Isu Kasus Sambo

“Kami harapkan Satgas Perlindungan Data yang dibentuk pemerintah dengan melibatkan sejumlah kementerian/lembaga bisa menyelesaikan kasus-kasus kebocoran data secara menyeluruh. Jadi jangan hanya untuk menyelesaikan kebocoran data dari peretas Bjorka, tapi semuanya,” kata Puan Maharani melansir Republika Jumat (16/9/2022).

Puan menegaska  masalah kebocoran data sebenarnya sudah masif terjadi sebelum kasus Bjorka.

 "Masalah kebocoran data juga bukan hanya menyangkut keamanan negara, tapi juga sudah tidak terhitung lagi data pribadi warga yang dibocorkan,” ucap Puan.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Sumber: Republika

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasus Suap Perkara di MA, KPK Baru Tahan 6 Tersangka

Jumat, 23 September 2022 | 14:03 WIB
X