Polri: 6 Perwira Diduga Halangi Penyidikan di Rumah Ferdy Sambo  

- Sabtu, 20 Agustus 2022 | 13:00 WIB
Irjen Ferdy Sambo dan sang Istri Putri Candrawathi yang saat ini Ditetapkan Sebagai Tersangka. (Instagram.)
Irjen Ferdy Sambo dan sang Istri Putri Candrawathi yang saat ini Ditetapkan Sebagai Tersangka. (Instagram.)

 

JAKARTA, AYOBOGOR.COM - Direktur Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suhari menjelaskan peran 6 perwira Polri yang diduga terlibat menghalangi penyidikan (obstruction of justice) kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J di tempat kejadian perkara (TKP) Duren Tiga yakni kediaman Ferdy Sambo.

Peran mereka di antaranya melakukan pemindahan transmisi dan perusakan, serta menyuruh melakukan, baik itu memindahkan maupun perbuatan lainnya.

6 perwira yang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni mantan kepala Divisi Propoam Polri Irjen Ferdy Sambo, mantan kepala Biro Pengamanan Internal (Paminal) Div Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan, mantan kepala Den A Biro Paminal Kombes Agus Nurpatria, mantan wakil kepala Den B Biro Paminal Div Propoam Polri AKBP Arif Rahman Arifin, mantan PS Kasubbag Riksa Bag Gak etika Rowabprof Div Propam Polri Kompol Baiqui Wibowo, dan mantan PS Kasubbagaudit Bag Gak Etika Rowabprof Div Propam Polri Kompol Cuk Putranto.

Baca Juga: Fix! Putri Candrawathi Tersangka, Sahroni: Publik Puas Kinerja Polri

Asep menjelaskan polisi telah memeriksa sebanyak 16 saksi terkait dengan perkara menghilangkan dan memindahkan, serta mentransmisikan rekaman CCTV sehingga tidak bekerja sebagaimana mestinya. Ini sesuai laporan polisi nomor LP: A/0446/VIII/2022 Dittipisiber Bareskrim Polri pada 9 Agustus 2022.

"Rencana juga akan dilakukan pemeriksaan sebanyak 16 orang saksi saat ini, mungkin nanti bisa berkembang," kata Asep melansir Republika Sabtu (20/8/2022).

Asep menjelaskan dalam mengungkap perkara ini, kepolisian membagi lima klaster peran dan tiap-tiap saksi, termasuk enam perwira Polri yang diduga kuat terlibat dalam tindak pidana menghalangi penyidikan kasus Brigadir J. Untuk klaster pertama adalah warga Kompleks Duren Tiga, yakni sebanyak tiga saksi berinisial SN, M, dan AZ.

Klaster kedua yang melakukan pergantian digital voice recorder (DVR) CCTV, yakni sebanyak empat saksi saksi berinisial AF, AKP IW, AKBP AC, dan Kompol AL.

"Klaster ketiga adalah yang melakukan pemindahan transmisi dan perusakan, yaitu ada tiga orang, Kompol BW (Baiqui Wibowo), Kompol CP (Cuk Putranto), dan AKBP AR," kata Asep.

Klaster keempat berperan menyuruh melakukan, baik itu memindahkan dan perbuatan lainnya, yakni Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, dan AKBP Arif Rahman Arifin. Klaster kelima, yakni sebanyak empat orang berinisial AKP DA, AKP RS, AKBP RSS, dan Bripka DR.

Baca Juga: Ini Dia Motif Pelaku Pembunuhan dalam Karung di Kali Pesanggarahan, Tertangkap di Bogor

Dalam perkara ini, kata Asep, penyidik sudah menyita sebanyak empat barang bukti, yakni hardisk eksternal merek WD, tablet atau gawai Microsoft, DVR CCT yang terdapat di Asrama Polisi Duren Tiga, danlaptop merek DELL milik Kompol Baiqui Wibowo.

 "Adapun pasal yang dipersangkakan adalah Pasal 32 dan Pasal 33 Undang-Undang ITE, ini ancamannya lumayan tinggi, Pasal 221, Pasal 223 KUHP, dan Pasal 55 serta Pasal56 KUHP," kata Asep.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Sumber: Republika

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X