Naik Hingga 3 Kali Lipat, Kenaikan Harga Mi Instan Dimungkinkan Bertahap

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:00 WIB
Direktur Eksekutif Celios (Center of Economic and Law Studies) Bhima Yudhistira saat menyampaikan paparannya. (Ayoyogya.com/Rahajeng Pramesi)
Direktur Eksekutif Celios (Center of Economic and Law Studies) Bhima Yudhistira saat menyampaikan paparannya. (Ayoyogya.com/Rahajeng Pramesi)

JAKARTA, AYOBOGOR.COM -- Kenaikan harga mi instan diprediksikan naik kisaran 3 kali lipat. Diprediksikan pula kenaikan dilakukan secara bertahap.

Penyebabnya karena bahan baku mi instan dipasok dari Ukraina yang saat ini terganggu negaranya akibat perang.

Serangan Rusia ke Ukraina memicu krisis pangan di banyak negara lain. 

Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University Dwi Andreas Santosa mengatakan, kecenderungan konsumsi gandum yang semakin tinggi cukup mengkhawatirkan.

Ia mencatat, pada tahun 1970 lalu, proporsi pangan berbasis gandum hampir 0 persen. Proporsi melonjak hingga 18,3 persen di tahun 2010 dan menjadi 26,6 persen pada tahun 2020.

"Bila kecenderungan ini terus terjadi, maka saat 100 tahun RI merdeka, saya khawatir 50 persen kebutuhan pokok tergandukan gandum, bukan sorgum, jagung, tapi gandum," kata dia.

Kenaikan harga mi instan yang dipicu seretnya pasokan gandum membuka wacana akan krisis pangan di tahun depan. Faktor iklim juga diperkirakan akan menyebabkan krisis pangan terjadi.

Baca Juga: Mi Ayam Hijau, Enak dan Sehat

Andreas namun optimistis krisis pangan global yang diprediksi terjadi pada tahun ini hingga 2023 tidak akan terjadi. Pasalnya, tren harga komoditas yang berperan penting pada ketahanan pangan global sudah mengalami penurunan.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Sumber: Republika

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasus Suap Perkara di MA, KPK Baru Tahan 6 Tersangka

Jumat, 23 September 2022 | 14:03 WIB
X