Dihantam Gelombang Covid-19 Varian Omicron, Pemerintah Yakin Ekonomi Indonesia Bisa Bertahan

- Senin, 24 Januari 2022 | 13:36 WIB
 Asdeputi Moneter dan Sektor Eksternal Kemenko bidang Perekonomian Ferry Irawan.  (ayobogor.com/Yogi Faisal)
Asdeputi Moneter dan Sektor Eksternal Kemenko bidang Perekonomian Ferry Irawan. (ayobogor.com/Yogi Faisal)

BOGORTENGAH,AYOBOGOR.COM-- Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian membeberkan sejumlah tantangan yang dihadapi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tahun 2022.

Asdeputi Moneter dan Sektor Eksternal Kemenko bidang Perekonomian, Ferry Irawan mengatakan, meski di tengah pandemi Covid-19 secara umum tren ekonomi di Indonesia cukup baik. 

Meski diakuinya tetap ada beberapa tantangan di depan yang mesti dihadapi mengingat saat ini kasus Covid-19 kembali mengalami peningkatan lantaran masuknya varian Omicron.

Baca Juga: Mulai Hari ini Biskita Transpakuan Kembali Beroperasi, Tarifnya Masih Gratis Loh

"Setelah sebelumnya kita berhasil keluar dari Covid-19 varian Delta, saat ini tantangan ke depan kita ini adalah Omicron. Bagaimana kita bisa meningkatkan ekonomi kita di tengah ancaman Omicron ini," katanya, dalam keterangan tertulis yang diterima ayobogor.com Senin 24 Januari 2022.

Tak hanya itu, pihaknya juga mencermati krisis energi dan kenaikan inflasi di beberapa negara tentunya akan cukup berdampak pada inflasi di Indonesia

"Sebagai ekonomi terbuka tentunya kita juga akan terdampak. Ini sedang kami cermati transmisinya dari inflasi global masuk ke perekonomian kita. tapi data Desember 2021 inflasi kita masih stabil dan terjaga," ujarnya.

Baca Juga: Relawan Jawara dan UMKM Bogor Raya Siap Dukung RK di Bursa Pilpres 2024 Mendatang

Lebih lanjut, faktor risiko lainnya ialah tapering off the Fed yang bisa berimplikasi terhadap nilai tukar Rupiah dan capital inflow ke negara berkembang. Lalu perubahan iklim, krisis evergrande, dan ketidakpastian geopolitik. 

"Ini tantangan yang tentu kita perlu menyiapkan berbagai strategi untuk bisa memitigasi potensi risiko tersebut," tuturnya.

Namun, Ia yakin Indonesia punya modal yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut. Dari sisi pertumbuhan ekonomi, di kuartal II dan kuartal III ekonomi Indonesia mampu tumbuh positif, bahkan di kuartal dua tembus diatas 7 persen.

Baca Juga: Akhir Pekan Kemarin, 10.215 Kendaraan Diputarbalikkan Petugas di Enam Pos Ganjil-genap Kota Bogor

"Ini modal kuat kita bisa tumbuh di 2022. Untuk di kuartal IV kita harapkan bisa tumbuh lebih baik dibanding kuartal III namun tidak setinggi kuartal II. Berbagai indikator yang kita lihat overall bisa tumbuh 4 persen (di 2021) dan di kuartal IV 2021 bisa 5 persen," pungkasnya.

Berbagai indikator tersebut diantaranya, indeks keyakinan konsumen yang masih diatas 100 persen. Kemudian PMI Index masih ekspansi diatas 50, impor barang secara tahunan sampai Desember masih double digit di angka 53 persen. Selanjutnya utilisasi industri pengolahan relatif naik yaitu 67,6 di november 2021 naik dibanding Oktober 2021.

Halaman:

Editor: Wijayanti Putrisejati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X