Catat! Begini Syarat dan Cara untuk Klaim Santunan Kematian BPJS Ketenagakerjaan

  Jumat, 18 Juni 2021   Yogi Faisal
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kota Bogor Mias Muchtar (tengah), saat ditemui ayobogor.com usai menggelar sosialisasi kepada para peserta BPJS Ketenagakerjaan. (Yogi Faisal)

TANAHSAREAL, AYOBOGOR - Sebagian besar masyarakat mungkin sering mendengar istilah program santunan kematian yang ada pada BPJS Ketenagakerjaan.

Namun tahukah kamu, sebelum melakukan pencairan santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan, setidaknya calon penerima santunan atau keluarga ahli waris yang ditinggalkan mesti melengkapi sejumlah berkas administrasi sebagai syarat pencairan santunan kematian BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kota Bogor Mias Muchtar mengatakan, secara umum, santunan kematian merupakan salah satu program yang ada pada BPJS Ketenagakerjaan. Di mana program tersebut bertujuan untuk memberikan bantuan kepada keluarga peserta BPJS Ketenagakerjaan, yang meninggal dunia. 

"Saat ada peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal, dan status mendiang saat meninggal masih terdaftar sebagai peserta aktif, pihak keluarga atau ahli waris berhak mendapatkan santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan. Tentunya dengan sejumlah persyaratan administrasi yang mesti dipenuhi dahulu," katanya, kepada ayobogor.com Jumat 18 Juni 2021.

Mias Muchtar menambahkan, besaran bantuan dari santunan kematian yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris yang ditinggalkan mencapai Rp42 juta. Dengan rincian santunan kematian Rp20 juta, santunan berkala Rp12 juta dan biaya pemakaman Rp10 juta.

Tak hanya santunan kematian, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan santunan beasiswa untuk dua orang anak yang ditinggalkan mendiang. Santunan beasiswa tersebut diberikan kepada ahli waris sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Yakni minimal iuran peserta telah melebihi tiga tahun masa iuran.

Untuk beasiswa pendidikan anak tingkat TK hingga SD atau sederajat, santunan diberikan sebesar Rp1,5 juta peranak untuk satu tahun. santunan diberikan BPJS Ketenagakerjaan selama 8 tahun kedepan. Untuk beasiswa SMP sederajat, bantuan diberikan Rp2 juta untuk setiap anak dalam satu tahun. Bantuan diberikan BPJS Ketenagakerjaan selama 3 tahun.

"Kalau SMA sederajat, santunan beasiswanya Rp3 juta pertahun untuk setiap anak. Bantuan diberikan selama 3 tahun. Untuk perguruan tinggi, santunan beasiswanya Rp12 juta pertahun untuk setiap anak. Bantuan diberikan selama 5 tahun. Beasiswa pendidikan berakhir pada saat anak peserta BPJS Ketenagakerjaan berusia 23 tahun, atau menikah, atau bekerja," ucapnya.

Setidaknya ada 10 persyaratan administratif yang perlu dipenuhi ahli waris sebelum melakukan klaim santunan kematian. Seperti melampirkan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan milik mendiang, surat keterangan dari perusahaan tempat mendiang bekerja, hingga data diri ahli waris dan mendiang.

Berikut 10 syarat administrasi yang harus dilengkapi ahli waris, saat hendak melakukan klaim santunan kematian BPJS Ketenagakerjaan:

1. Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan 

2. Mengisi formulir pengajuan klaim, lengkap dengan stempel dan tanda tangan dari perusahaan tempat mendiang bekerja

3. Mengisi formulir berkala

4. Fotokopi KTP mendiang dan ahli waris

5. Fotokopi akta kematian dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

6. Fotokopi Surat Nikah

7. Surat pernyataan ahli waris asli dari kelurahan, diketahui kecamatan, RT dan RW

8. Fotokopi Kartu Keluarga

9. Surat keterangan kerja dari perusahaan asli disebutkan karena meninggal dunia

10. Fotokopi buku tabungan atas nama ahli waris

 

 


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar