Polres Bogor Ringkus 3 Pelaku Sindikat Home Industri Pembuatan Tembakau Sintetis

  Selasa, 15 Juni 2021   Yogi Faisal
Jajaran Polres Bogor saat menggelar konferensi pers di Mako Polres Bogor (Yogi Faisal)

CIBINONG, AYOBOGOR - MO (22) tahun, lelaki warga Kelurahan Pasir Mulya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, hanya bisa pasrah saat petugas kepolisian dari Satuan Narkoba Polres Bogor meringkusnya di rumah kosnya di Jalan Surialaya, Kampung Cibalagung, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Bogor Barat, pada Senin 31 Mei 2021 lalu.

MO ditangkap petugas bersama dua orang rekan lelakinya, yakni IA (25) warga Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, dan RJ (24) warga Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Lantaran kedapatan memproduksi tembakau sintetis di rumah kosnya.

"Ketiga pelaku ini kami tangkap di kosannya, di Jalan Surialaya, Kampung Cibalagung, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Bogor Barat, pada Senin 31 Mei 2021 lalu. Karena memproduksi tembakau sintetis," katanya, Selasa 15 Juni 2021.

Berdasarkan keterangan pelaku, ketiganya sengaja menjalankan bisnis haram ini lantaran desakan ekonomi. Mengingat MO dan IA merupakan pengangguran, sementara RJ berprofesi sebagai ojek online. Ditambah lagi dengan keuntungan bisnis tembakau sintetis yang cukup menggiurkan.

"Pengakuan pelaku ketiganya sudah menjalankan bisnis ini selama dua bulan. Dari 1 kilogram tembakau sintetis ketiganya bisa meraup keuntungan sebesar Rp20 juta," ujarnya.

Dalam melancarkan aksinya, ketiganya membagi peran masing-masing. Di mana RJ bertugas sebagai pemasok biang sintetis, IA bertugas sebagai peracik, sementara MO bertugas sebagai pengedar.

Untuk mengedarkan barang haram tersebut, ketiganya menggunakan metode penjualan dengan memanfaatkan media sosial. Tepatnya melalui akun Instagram @vegetarian.idn. Pemesan juga bebas menetapkan paket tembakau sintetis yang hendak dibelinya. Mulai dari paket Rp200 ribu hingga paket Rp1 juta.

"Pemesanan dilakukan melalui media sosial. Saat sudah sepakat, tembakau sintetis dimasukkan ke dalam bungkus rokok, lalu ditempel di suatu tempat yang sudah disepakati. Atau bisa kita sebut metode tempel," ujarnya.

Atas perbuatannya itu, ketiga tersangka pembuat tembakau sintetis, dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup dan denda maksimal Rp10 miliar.

 
 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar