Kasus Covid-19 Kota Bogor Naik, Tingkat Keterisian Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Sentuh 38 Persen

  Selasa, 15 Juni 2021   Yogi Faisal
Ilustrasi (dok. Pemkot Bogor)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR - Tak hanya di Kabupaten Bogor, penambahan kasus harian Covid-19 juga terjadi di Kota Bogor. Setelah sempat turun beberapa waktu lalu, kini angka Covid-19 di Kota Bogor naik hingga 46 persen pada pekan ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno mengatakan, peningkatan angka Covid-19 terjadi lantaran munculnya dua kluster di Kota Bogor dalam kurun waktu dua pekan terakhir ini.

"Angka Covid-19 ini naik karena ada dua kluster yang terjadi di Kota Bogor beberapa waktu lalu. Kluster Perumahan Griya Melati dan Kluster Pondok Pesantren Bina Madani," katanya, Selasa 15 Juni 2021.

Pada akhir Mei kemarin, angka penambahan kasus baru positif di Kota Bogor masih berada di rata-rata 30 kasus perhari. Bahkan pada awal Mei Kota Bogor mencatatkan rekor dengan rata-rata kasus di bawah 10 kasus per hari.   

"Tapi pada pada beberapa waktu ini, angka penambahan kasus Covid-19 di Kota Bogor pelan-pelan menegakan peningkatan. Naiknya 46 persen dibanding pekan lalu, dari angka 189 kasus menjadi 277 kasus perpekan," ujarnya.

Meski kasus positif covid-19 di Kota Bogor sedikit meningkat sejak libur lebaran kemarin, namun Bed Occupancy Rate (BOR) atau rasio ketersedian tempat tidur bagi pasien covid-19 di rumah sakit rujukan Kota Bogor masih dalam kategori aman. 

Berdasarkan data yang ada pada pihaknya, angka BOR ketersedian tempat tidur bagi pasien covid-19 di rumah sakit rujukan Kota Bogor berkisar 38,8 persen. Atau masih di bawah 60 persen berdasarkan standarisasi World Health Organization (WHO).

"BOR di Kota Bogor pada pekan ini mencapai angka 38,8 persen. Atau dari 737 tempat tidur isolasi yang tersedia di 21 rumah sakit, hanya 293 diantaranya sudah terisi," tutupnya. 


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar