Sempat Tertunda Karena Covid-19, Pembangunan Alun-alun Kota Bogor Senilai Rp13,6 Miliar Kembali Dilanjutkan

  Senin, 14 Juni 2021   Yogi Faisal
Kondisi terkini di lokasi pembangunan alun-alun Kota Bogor, di atas lahan bekas Taman Topi, di Jalan Kapten Muslihat, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah. (Yogi Faisal)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR - Sempat tertunda karena Covid-19 pada 2020 kemarin, pembangunan alun-alun Kota Bogor bakal dilanjutkan dalam waktu dekat ini. 

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, secara umum lelang pembangunan alun-alun Kota Bogor yang berlokasi di atas lahan bekas Taman Topi, di Jalan Kapten Muslihat, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah itu, dimenangkan perusahaan asal Kabupaten Garut, PT Samudera Adi Nusantara.

"Pemenang lelang pembangunannya sudah pada akhir Mei 2021 kemarin. Masa sanggah lelang juga sudah lewat, sudah tanda tangan kontrak juga. Tinggal mulai saja pembangunannya," kata Dedie, kepada awak media Senin 14 Juni 2021.

Dedie menjelaskan, pembangunan alun-alun itu dinilai penting karena sejalan dengan program Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jawa Barat, yang tengah membangun proyek double track atau rel ganda Bogor-Sukabumi. 

Tak hanya itu, rencananya BTP Jawa Barat juga bakal membangun sky bridge yang akan membentang mulai dari Stasiun Bogor menuju Stasiun Paledang.

“Kita akan menata keseluruhan area untuk bisa waktunya bersamaan dengan selesainya jalur double track Bogor-Sukabumi. Karena di situ juga akan ada sky bridge antara Stasiun Kota Bogor sampai Stasiun Paledang. Jadi kalau kami tidak tata bersamaan, khawatir pekerjaan fisiknya nanti tidak sinkron,” ujarnya.

Pemkot Bogor juga berencana akan menata beberapa titik area dan jalur pedestrian di Kota Bogor yang selama ini ditempati oleh para pedagang kaki lima (PKL). Sembari menata kawasan tersebut, para PKL direlokasi ke sejumlah tempat. “Jadi banyak titik-titik yang harus dan akan kami tata," tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih mengatakan, besar anggaran yang akan digunakan untuk pembangunan alun-alun yakni sebesar Rp 13,6 miliar. Dengan masa kerja selama 180 hari atau enam bulan.

Dalam pembangunan alun-alun ini, akan ada empat segmen. Segmen tersebut akan dibangun mulai dari zona botani, atau area hutan kota. Kemudian, zona plaza utama. “Lalu ada zona religi yang akan menjadi area pelataran Masjid Agung, dan zona rekreasi atau area penunjang mulai dari area olahraga, area bermain, dan lain-lain," katanya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar