Keren! 9 Penyandang Disabilitas Bogor Sulap Motor Roda Tiga Jadi Ladang Usaha

  Senin, 14 Juni 2021   Yogi Faisal
Menteri Sosial Tri Rismaharini, saat melihat hasil kreasi warga binaan di Sentra Kreasi Atensi Balai Disabilitas Ciungwanara akhir pekan kemarin.

CIBINONG, AYOBOGOR - Di mana ada kemauan di situ ada jalan. Kiranya pepatah tersebut sangat tepat untuk disematkan kepada sembilan warga binaan Balai Besar Vokasional Inten Soeweno, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, yang berhasil memodifikasi motor roda tiga menjadi warung berjualan serba guna, untuk memudahkan para penyandang disabilitas.

Meski menyandang kekurangan secara fisik, namun kesembilan warga binaan Balai Besar Vokasional Inten Soeweno masih bisa berkreasi, dengan berhasil menyulap motor roda tiga menjadi sebuah warung berjalan yang serbaguna. Hal ini membuktikan, keterbatasan tidak akan mampu menghalangi seseorang untuk terus berkarya dan maju.

Kepala Balai Besar Vokasional Inten Soeweno, Mokhamad O Royani mengatakan, sebelum melakukan perakitan, kesembilan warga binaan disabilitas itu, sudah menjalani serangkaian pelatihan yang diberikan pihaknya. Terbukti, kesembilan warga binaan itu sukses memodifikasi motor roda tiga tersebut.

Secara umum, proses modifikasi motor roda tiga ini sudah berjalan sekitar hampir dua bulan lalu. Di mana program ini merupakan program dari Kementerian Sosial untuk membina dan memberdayakan masyarakat dengan kebutuhan khusus untuk tetap bisa mandiri dengan segala kekurangannya.

"Semua pegawai di sini penyandang disabilitas yang sudah kami latih dan kami bina sebelumnya. Kami di sini bisa membuktikan, bahwa kekurangan bukanlah satu halangan untuk kita bisa maju dan berkreasi," katanya, kepada ayobogor.com akhir pekan kemarin.

Secara umum, modifikasi motor roda tiga tersebut dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan permohonan. Motor roda tiga tersebut juga bisa disulap menjadi berbagai jenis kendaraan. Mulai dari kendaraan untuk berjualan hingga kendaraan untuk beragam usaha lainnya.

"Modifikasi motor roda tiga ini kami lakukan sesuai dengan jenis permintaan. Ada motor roda tiga khusus menjahit, motor sayur, motor untuk berjualan makanan dan minuman dan masih banyak lagi. Pokoknya pembuatan menyesuaikan dengan pengajuan," ucapnya.

Dari 50 unit target modifikasi motor roda tiga di tahun ini, pihaknya sudah menyelesaikan 18 unit. Sementara 32 unit di antaranya, sedang dalam proses perakitan. 

Biaya yang dikeluarkan pun tidak main-main. Untuk satu unit modifikasi motor roda tiga, pihaknya mesti merogoh kocek sebesar Rp 35 juta hingga Rp 60 juta rupiah yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk setiap unitnya.

Untuk pendistribusiannya sendiri, Balai Besar Vokasional Inten Soeweno bersama Kementerian Sosial melakukan pendataan kepada mereka yang melakukan pengajuan melalui pemerintah daerahnya masing-masing.

"Jadi sifatnya kendaraan ini adalah bantuan dari pemerintah untuk masyarakat disabilitas yang membutuhkan. Agar meraka tetap bisa mandiri dan maju layaknya masyarakat lain. Jadi program ini ialah dari disabilitas untuk disabilitas," tutupnya.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar