Sentra Kreasi Atensi Siap Pasarkan Produk Hasil Kreasi Masyarakat Penyandang Disabilitas

  Senin, 14 Juni 2021   Yogi Faisal
Menteri Sosial Tri Rismaharini, saat melihat hasil kreasi warga binaan di Sentra Kreasi Atensi Balai Disabilitas Ciungwanara akhir pekan kemarin (Yogi Faisal)

CIBINONG, AYOBOGOR - Selain sebagai tempat pusat pelatihan dan rehabilitasi masyarakat dengan kebutuhan khusus, Balai Disabilitas Ciungwanara, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, kini memiliki Sentra Kreasi Atensi (Asistensi Rehabilitasi Sosial), sebagai media promosi hasil kreasi warga binaan.

"Kalau dahulu di sini hanya sebagai wadah pelatihan dan rehabilitasi, sekarang sudah ada wadah untuk menjual produk-produk hasil kreasi warga binaan yang ada di balai ini," kata Menteri Sosial Tri Rismaharini, saat meresmikan Sentra Kreasi Atensi Balai Disabilitas Ciungwanara akhir pekan kemarin.

Secara umum, jumlah produk yang dihasilkan oleh warga binaan Balai Disabilitas Ciungwanara, Cibinong, Kabupaten Bogor ini cukup beragam. Mulai dari kerajinan, produk makanan dan minuman, hingga beragam hasil peternakan seperti ikan dan sayur-sayuran.

"Tadi juga kami sempat melihat batik hasil buatan warga binaan balai, sabun pencuci piring, aksesoris, fashion, sepatu, beragam makanan dan minuman dan masih banyak lagi. Karena hasil produknya banyak, sudah sepatutnya kita siapkan media promosinya, salah satunya lewat sentra kreasi Atensi ini," ucapnya.

Meski di lokasi balai tersebut bertambah satu fungsi, tapi tetap menjalani fungsinya dalam melatih penyandang disabilitas dalam melakukan pengemasan hingga pemasaran produk-produk sendiri.

Sementara itu, Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Ciungwanara, Siti Sari Rumayanti mengatakan Sentra Kreasi Atensi tidak hanya menjadi wadah pemasaran produk penerima manfaat dari Balai Rehabilitasi di Bogor, melainkan balai-balai serupa di wilayah Jabodetabek.

Sari menyebutkan bahwa tak sedikit mantan penerima manfaat dari Balai Rehabilitasi Sosial Ciungwanara yang kini sudah memiliki usaha tetap, seperti industri rumahan makanan beku hingga usaha makanan tradisional bernama cilok.

"Produksinya tidak hanya di balai, karena ada beberapa mantan PM (pemerima manfaat) kami ternyata punya usaha di luar seperti frozen food, bikin home industri sendiri. Tadi juga ada cilok juga," katanya.

Sari menambahkan, bahwa sentra kreasi tersebut menjadi wadah pemasaran produk-produk para penerima manfaat balai disabilitas, sebelum benar-benar mandiri.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar