Yamaha

Pemkab Bogor Larang Sekolah Gelar PTM, Jika Tenaga Pendidik Belum Divaksinasi

  Kamis, 10 Juni 2021   Yogi Faisal
Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Dedi Syarif (Yogi Faisa)

CIBINONG, AYOBOGOR - Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor pastikan tidak akan memberikan lampu hijau, kepada sekolah-sekolah untuk menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sebelum semua tenaga pendidik menjalani vaksinasi Covid-19.

Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Dedi Syarif mengatakan, kebijakan tersebut diambil demi meminimalisir potensi penyebaran Covid-19 di sekolah selama PTM berlangsung.

"Kami sudah berikan arahan kepada sekolah-sekolah agar semua tenaga pendidik yang ada di sekolah untuk divaksinasi terlebih dahulu sebelum PTM. Kalau masih ada guru yang belum divaksinasi sebaiknya jangan PTM dulu," katanya, Kamis 10 Juni 2021.

Ia juga meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor untuk membantu memastikan, jika semua sekolah yang menggelar PTM pada Juli nanti, semua tenaga pendidiknya harus sudah divaksinasi.

"Saat sekolah mau menggelar PTM, sekolah harus melampirkan bukti sertifikat vaksin guru-gurunya. Kalau tidak bisa menunjukkan itu kami akan larang PTM," tegasnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Hartono Anwar mengatakan, pada intinya, untuk menggelar PTM di sekolah, ada empat faktor yang mesti dipenuhi oleh setiap sekolah.

Pertama, setiap sekolah yang hendak mengajukan izin PTM harus masuk dalam kategori siap. Baik dari segi sarana dan prasarana protokol kesehatan, hingga persyaratan lainnya seperti tenaga pendidik yang harus sudah menjalani vaksinasi.

Kedua, sarana dan prasarana protokol kesehatan harus benar-benar dipastikan dan bisa digunakan. "Ketiga izin dari orang tua dan komite, keempat izin dari pemerintah daerah. Jadi ini harus dipenuhi demi memutus potensi penyebaran Covid-19," katanya

Selain empat faktor tersebut, pihak sekolah juga mesti benar-benar memastikan, jika peserta didik yang menjalani PTM di sekolah langsung kembali ke rumah.

"Anak-anak juga diharuskan langsung pulang ke rumah setelah dari sekolah, ini semua demi menjaga. Karena kami tidak mau ada istilah kluster sekolah," ucapnya.

Ia juga tak segan, untuk mencabut izin PTM bagi sekolah, jika kedapatan kasus positif covid-19 di sekolah. "Kalau ada kasus positif Covid-19 di satuan pendidikan, maka PTM akan kami hentikan dan pembelajaran harus daring lagi," tegasnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar