Yamaha

Sudah Divaksinasi, 11 Petugas Puskesmas Kayu Manis Kota Bogor Positif Covid-19

  Selasa, 08 Juni 2021   Yogi Faisal
Satgas Covid-19 Kota Bogor saat menggelar rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Taman Ekspresi Kota Bogor. (Yogi Faisal)

TANAHSAREAL, AYOBOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menutup sementara layanan di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), Kelurahan Kayumanis, Tanah Sareal, Kota Bogor selama lima hari kedepan, atau hingga Sabtu 12 Juni 2021 mendatang.

Penutupan layanan itu dilakukan lantaran terdapat 11 tenaga kesehatan (nakes) terpapar Covid-19 yang tertular dari salah satu petugas perawat gigi berinisial K. 

Menindaklanjuti temuan itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menyampaikan Selama ditutup ruangan serta lingkungan Puskesmas Kayu Manis akan disterilisasi. "Puskesmas dilakukan desinfeksi ruangan dan lingkungan," katanya, Selasa 8 Juni 2021.

Dedie menyebut, 10 tenaga medis yang positif Covid-19 akan diisolasi di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Ciawi, Kabupaten Bogor.

Sementara, perawat gigi yang diduga menularkan Covid-19 telah diiasolasi di rumah sakit. "10 nakes yang terpapar sudah kami evakuasi. Sementara satu lainnya sudah isolasi di RS," ujarnya. 

Dedie A Rachim menjelaskan kronologi penularan berawal dari perawat gigi berinisial K yang positif Covid-19. 

Pada Rabu, 2 Juni 2021, K masih bertugas di Puskesmas Pembantu (Pustu) Kencana bersama 4 orang lainnya. Pada Kamis, 3 Juni 2021 K tetap berkerja namun mengeluh tidak enak badan. 

Bersamaan itu office boy (OB) Puskesmas Kayu Manis tempat K bertugas juga sakit tifus atau susp Thypoid dengan hasil lab widal positif. Begitupun petugas pendaftaran juga mengeluhkan gejala tidak enak badan.

Pada Sabtu, 4 Juni 2021, 10 orang kontak erat dengan pegawai yang bergejala di swab PCR dan di periksa di labkesda. "Hasilnya 10 orang nakes positif. Jadi total pegawai Puskesmas Kayumanis ada 11 orang yang positif," tukasnya.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menghimbau kepada masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas. Tak lupa ia juga berpesan untuk masyarakat yang sudah menjalani vaksinasi agar juga menerapkan protokol kesehatan.

Menurutnya, kasus 11 Nakes Puskesmas ini menjadi contoh, jika vaksinasi Covid-19 tak menjadi jaminan tubuh bakal kebal terhadap Covid-19. 

"Saya harap ini jadi pembelajaran bagi kita semua. Bahwa vaksinasi Covid-19 tidak menjadi jaminan tubuh akan kebal dari Covid-19. Jadi saya minta semuanya tetap waspada," tutupnya. 

 

 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar