Yamaha

Cegah Kerumunan, Pengunjung Pasar di Kota Bogor Dibatasi

  Rabu, 05 Mei 2021   Yogi Faisal
Forkopimda Kota Bogor saat melakukan peninjauan di Pasar Kebon Kembang/ Yogi Faisal

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akhirnya melakukan pembatasan mobilitas masyarakat, di kawasan Pasar Kebon Kembang Kota Bogor.

Pembatasan dilakukan di akses jalan masuk dan keluar serta kapasitas di dalam pasar guna mencegah kerumunan, yang belakangan ini kerap kali terjadi di sejumlah pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan secara teknis, pembatasan mobilitas warga tersebut bakal diberlakukan pihaknya selama dua peken ke depan, mulai Selasa 4 Mei 2021 hingga Senin 17 Mei 2021. 

Pembatasan mobilitas warga dilakukan mulai dari akses keluar masuk pasar yang sebelumnya lima titik yakni MA Salmun, Kapten Muslihat, Pengadilan, Gedong Sawah, dan Sawo Jajar menjadi dua. 

Untuk akses masuk kendaraan hanya menggunakan dua akses yakni Jalan Kapten Muslihat-Dewi Sartika dan Sawo Jajar, sedangkan akses keluar hanya melewati ruas Jalan Pengadilan. 

Tak hanya itu, jika terjadi kepadatan dan kerumunan, pihaknya juga akan melarang kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat, yang hendak melintas di kawasan tersebut.

"Apabila kondisi mulai krodit, hanya angkutan umum dan kendaraan online yang boleh melintas. Sementara kendaraan pribadi akan kami lakukan pembatasan," katanya Rabu 5 Mei 2021.  

Pihaknya juga akan membuat sejumlah pos pemantau, yang nantinya bertugas untuk memantau pergerakan pengunjung di dalam gedung mulai dari blok A hingga F, dan memastikan protokol kesehatan diterapkan dengan baik oleh pengunjung.

Untuk mengindari kepadatan arus lalu lintas di seputaran Pasar Kebon Kembang, pihaknya juga melakukan pembatasan bagi kendaraan yang hendak melakukan bongkar muat.

"Kendaraan hanya boleh melakukan bongkar muat pada pukul 00.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB. Selebihnya tidak boleh ada yang bongkar muat karena memenuhi ruas jalan," tegasnya.

Pada dasarnya, polisi tidak akan menutup total akses menuju ke pasar. Hanya saja, dilakukan pembatasan mobilitas warga yang akan ke pasar demi menghindari kerumunan.

Susatyo memastikan, kebijakan penutupan sementara itu merupakan upaya untuk menekan mobilitas massa juga membatasi penyebaran Covid-19.

 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar