Yamaha

Kakak Beradik di Bogor Nekat Produksi Tembakau Gorila di Rumah Kontrakan

  Kamis, 29 April 2021   Yogi Faisal
Jajaran Polresta Bogor Kota saat menggelar konferensi pers di Pasar Sukasari, Kota Bogor

BOGOR TIMUR, AYOBOGOR - Jajaran Satnarkoba Polresta Bogor Kota berhasil mengamankan kaka beradik dan satu orang rekannya, terkait kasus home industri pembuatan tembakau sintetis di Kampung Tipar, Desa Ciawi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, pengungkapan pembuatan tembakau sintetis berawal dari penangkapan MRD di Jalan Raya Tajur, Kecamatan Bogor Timur Kota Bogor.

Dari tangan MRD ditemukan barang bukti berupa satu bungkus plastik klip kecil yang diduga narkotika jenis sabu. 

"Kemudian Dilakukan pemeriksaan dan dikembangkan ke rumah kontrakannya yang beralamat di Jalan Tipar Kampung Tipar, Desa Ciawi, Kabupaten Bogor. Di kontrakan tersebut didapati DR (pemesan barang)," katanya, Kamis 29 April 2021

Dari DR, lanjut Susatyo, didapati barang bukti narkotika jenis tembakau sintetis, dengan berat 30 gram, kemudian dilakukan penggeledahan terhadap kontrakan tersebut dan ditemukan barang bukti yang disimpan di dalam lemari berupa, Alat produksi pembuatan narkotika jenis tembakau sintetis.

"Satu buah alat pres, tiga gelas ukur, satu alat pemanas, dua botol Glycero dan dua bungkus kertas besar serta 11 bungkus narkotika jenis tembakau sintetis yang sudah jadi dan siap edar.Menurut pengakuan Sdr MRD, bahwa barang barang tersebut adalah milik kakaknya yang bernama RS," ucapnya

Berdasarkan pengakuan pelaku, kakak beradik ini sudah menjalankan bisnis produksi tembakau sintetis ini selama dua bulan. Bermodalkan bahan-bahan seadanya yang didapat dari internet dan toko online, keduanya menyulap tembakau yang dibelinya menjadi tembakau sintetis alias tembakau gorila.

"Mereka membeli satu bungkus tembakau berukuran 25 gram dengan harga Rp17 ribu. Lalu meraciknya menggunakan bahan-bahan tertentu hingga tembakau tersebut berubah menjadi tembakau sintetis," bebernya.

Dengan modal Rp17 ribu untuk 25 gram, keduanya menyulap tembakau tersebut menjadi tembakau sintetis, dan menjualnya seharga Rp500 ribu untuk setiap paket 5 gram.

"Para pelaku menjual tembakau sintetis tersebut melalui akun Instagram @ggoldenstuf. Dengan harga Rp500 ribu untuk setiap 5 gram tembakau sintetis," ujarnya.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku ini dijerat pasal 115 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) undang undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika juncto Permenkes RI No. 04 Tahun 2021 tentang perubahan penggolongan narkotika. 

"Dengan ancaman paling singkat enam tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara. Atau denda paling sedikit Rp1 miliar dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar," tutupnya. 

 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar