Yamaha

Kartu Prakerja: 29 Ribu Orang Masuk Daftar Hitam, Anda Termasuk?

  Jumat, 23 April 2021   Icheiko Ramadhanty
Kartu Prakerja (Instagram)

TEBET, AYOBOGORĀ -- Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja baru saja menutup pembelian pelatihan pertama di Kartu Prakerja gelombang 15.

Nantinya, jika ada yang tidak membeli pelatihan pertama terhitung sejak kemarin (22/4/2021), status kepersertaan mereka akan dicabut dan masuk daftar hitam prakerja.

Sebelumnya Manajemen Pelaksana mengatakan bahwa terdapat sekitar 11 ribu orang dari gelombang 12 yang statusnya dicabut. Lalu per 6 April, terpantau 12 ribu orang di gelombang 13 belum membeli pelatihan pertama.

Lalu, pada gelombang 14 yang resmi ditutup pada 15 April 2021 lalu, terdapat pula orang-orang yang gagal menerima insentif karena tidak membeli pelatihan pertama. Louisa mengatakan bahwa terdapat lebih dari 8 ribu orang yang gagal menerima insentif sebesar Rp 3,55 juta di gelombang 14.

"Penerima Kartu Prakerja gelombang 14 yang dicabut kepesertaannya karena tidak membeli pelatihan pertama ada 8.198 orang," kata Louisa saat dihubungi Ayojakarta, belum lama ini.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengungkap bahwa sebanyak 29 ribu orang telah dicabut kepesertaannya dari tiga gelombang yaitu gelombang 12, 13, dan 14.

"Jadi ini yang tentu saja tidak memanfaatkan Kartu Prakerja," ujar Denni dalam konferensi virtual, Kamis 22 April 2021.

Dicabutnya kepesertaan beberapa orang di gelombang Kartu Prakerja sesuai dengan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 11 Tahun 2020, bahwa setiap penerima Kartu Prakerja memiliki waktu 30 hari untuk membeli pelatihan pertama sejak tercatat menjadi peserta Kartu Prakerja.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar