800 Personel Kepolisian Dikerahkan Awasi Tempat Ngabuburit Hingga Tempat Ibadah di Bogor

  Selasa, 13 April 2021   Yogi Faisal
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro (Yogi Faisal/ AyoBogor)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM - Ramadan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Sebab, pada ramadan tahun ini sejumlah sektor yang dilarang pada tahun sebelumnya, mulai diperbolehkan.

Hal itu tentunya menjadi catatan bagi pemerintah, untuk tetap waspada akan potensi lonjakan penularan covid-19, di Kota Bogor pada ramadhan tahun ini.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, tempat ibadah, area publik hingga titik yang dinilai rawan kerumunan, akan menjadi salah satu sasaran pihaknya untuk mencegah adanya pelanggaran protokol kesehatan.

"Ramadhan kali ini kami mencegah euforianya. Karena tahun lalu kita masih melaksanakan PSBB dan saat ini sudah kembali kepada seperti normal. Sehingga kami mengantisipasi untuk di area publik dan juga khususnya di tempat tempat ibadah," katanya, Selasa 13 April 2021.

Untuk mengamankan dimensi kesehatan dan protokol kesehatan agar tetap berjalan, pihaknya mengaku akan menerjunkan 2/3 persen kekuatan Polresta Bogor Kota, untuk mengawasi sejumlah wilayah yang dinilai rawan kerumunan.

"Kami akan siagakan 800 personel polisi ramadhan dalam operasi kurma ini. Nantinya mereka akan berpatroli ke sejumlah wilayah yang dinilai rawan tindak kejahatan atau pelanggaran protokol kesehatan. Khususnya daerah langganan ngabuburit," ucapnya.

Selain mengawasi titik rawan kerumunan dan tindak kejahatan, 800 personel polisi ramadan tersebut juga bakal berpatroli di 850 masjid yang ada di Kota Bogor.

"Polisi Ramadan kita siapkan tentunya untuk berkolaborasi dengan 850 yang ada di Kota Bogor. Jadi petugas kami bisa berkolaborasi dengan para marbot para DKM untuk sama-sama bisa menerapkan protokol kesehatan di tempat tempat ibadah sesuai dengan instruksi kementerian agama," tuturnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar