Polres Bogor Ungkap Peredaran Narkoba Melalui Pemesanan Instagram

  Selasa, 06 April 2021   Yogi Faisal
Kapolres Bogor AKBP Harun saat menggelar konferensi pers, di Mako Polres Bogor (Yogi Faisal)

CIBINONG, AYOBOGOR.COM - Sebanyak 10 pelaku pengedar dan pemakai narkoba, jenis tembakau sintetis dan sabu, berhasil diringkus jajaran Polres Bogor bersama tim gabungan dari Bea Cukai Wilayah Bogor, Selasa (6/4).

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan, 10 pelaku tersebut, ditangkap petugas gabungan dari 8 kasus yang berbeda yang terjadi di lingkungan wilayah hukum Kabupaten Bogor, sejak dua pekan terakhir.

Dari 10 pelaku ini, 7 diantaranya kasus tembakau sintetis, dan 3 lainnya kasus sabu-sabu. Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan 110,89 gram sabu-sabu dan 590,35 gram tembakau sintetis.

Berdasarkan keterangan para pelaku, 590,35 gram tembakau sintetis tersebut, dipesannya dari Makassar. Pemesanan dilakukan pelaku melalui akun Instagram @sins of god, dan dikirim melalui jasa pengiriman paket, dengan cara mencampurkan tembakau sintetis tersebut dengan pakaian.

"Jadi tembakau ini mereka pesan dari Makassar, dengan pemesanan melalui instagram. Dari situ, paket dikirim dari Makassar melalui jasa pengiriman, dengan tujuan Bogor," katanya, Selasa (6/4).

Menurut pengakuan pelaku, tembakau sintetis asal Makassar tersebut kembali dijual dengan cara melalui Instagram. "Para pelaku juga menjual tembakau sintetis ini lewat instagram, @guitar hero, @scarrysstuff dan @karaeng," ujarnya.

Dalam sekali transaksi, para pelaku bisa meraup keuntungan hingga Rp20 juta rupiah dalam satu kali transaksi. "Jadi sistem penjualannya itu perpaket. Paket 5 gram harganya Rp450 ribu, dengan total keuntungan Rp20 juta," ucapnya.

Atas perbuatannya tersebut, para pelaku dijerat Pasal 114 ayat 1 dan atau Pasal 112 ayat 1, Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara, maksimal 12 tahun penjara. Dengan denda minimal Rp800 juta maksimal Rp8 miliar.

"Atau bisa juga kami jerat dengan hukuman 5 tahun penjara maksimal 20 tahun penjara. Dan denda paling sedikit Rp1 miliar, maksimal Rp10 miliar," tutupnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar