Yamaha

Hati-hati! Ratusan Hoaks Vaksinasi Covid-19 Bertebaran

  Rabu, 31 Maret 2021   Yogi Faisal
150 Kasus Hoaks Warnai Proses Vaksinasi Covid-19 (dok. Pemkot Bogor)

TANAHSAREAL, AYOBOGOR.COM - Informasi atau kabar bohong (hoaks) soal vaksinasi covid-19, menjadi salah satu fokus pemerintah saat ini. Pasalnya, hoaks tentang vaksin covid-19 itu, tak jarang berujung pada keraguan masyarakat terhadap vaksinasi covid-19, yang saat ini tengah digencarkan pemerintah pusat hingga daerah.

Tenaga Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika Donny Budi Utoyo mengatakan, pemerintah sudah fokus pada penanganan hoaks. Baik hoaks soal vaksinasi covid-19, maupun hoaks tentang kabar lainnya yang dinilai dapat menyesatkan masyarakat.

"Hoaks ini adalah sesuatu yang berbahaya bagi masyarakat. Terlebih bagi masyarakat awam yang kurang mengerti. Maka dari itu, pemerintah harus tegas untuk memerangi masalah hoax ini, apalagi hoaks soal vaksinasi covid-19," katanya, dalam diskusi daring bersama Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Selasa (30/3).

Berdasarkan data yang ada pada pihaknya, sampai saat ini, sudah ada 150 kasus hoaks, yang menyerang proses vaksinasi covid-19, di mana 113 diantaranya, sudah diproses kepolisian karena dinilai mengganggu jalannya program vaksinasi.

Tak hanya mengganggu proses vaksinasi, hoaks juga bakal berdampak pada aspek kesehatan dan ekonomi masyarakat. Untuk itulah pemerintah dinilai perlu melakukan berbagai upaya, dari hulu hingga ke hilir. Seperti kerja-kerja kolaboratif, multi stakeholder atau kerja sama antara pemangku kepentingan, yang tujuannya untuk memberantas hoaks di tengah masyarakat.

"Untuk memerangi hoaks kita harus memberikan literasi digital, agar masyarakat bisa tahu kabar sesungguhnya. Atau kita lakukan tindakan tegas, dengan menggunakan pasal-pasal hukum. Atau melalui instansi terkait, untuk melakukan pemblokiran atau kepolisian untuk memproses para pelaku pembuatan hoaks," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Presidium Mafindo Septiadji Eko Nugroho menyebutkan problem hoaks di Indonesia karena berbagai faktor, termasuk literasi digital yang dinilainya kurang.

Faktor lainnya yang membuat hoaks masih bebas berkeliaran di Indonesia, adalah rasa percaya di antara masyarakat yang tergerus, termasuk kepercayaan masyarakat terhadap otoritas kesehatan.

"Soal trust ini membutuhkan partisipasi semua elemem masyarakat dan juga khususnya dari pemerintah, bagaimana komunikasi itu bisa lebih baik, lebih merangkul dan lebih menjelaskan," ungkapnya.

Vaksinasi adalah program yang saat ini menjadi prioritas utama pemerintah dalam penanggulangan pandemi covid-19 di tanah air, untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus penyebab covid-19.

"Kami minta masyarakat tetap berhati-hati, dalam memilih dan memilih informasi yang ada. Saring dahulu informasi yang didapat. Telusuri dulu dari mana sumbernya. Jangan sampai kita semua menjadi korban hoaks," tutupnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar