Yamaha

Habieb Rizieq Shihab Ditetapkan Tersangka Dalam Kasus Swab RS Ummi Bogor

  Senin, 11 Januari 2021   Suara.com
Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. (istimewa)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Habieb Rizieq Shihab ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus swab Rumah Saki (RS) Ummi Bogor.

Dalam kasus ini, Rizieq diduga telah menghalang-halangi penanggulangan wabah terkait pelaksanaan tes swab. Penetapan status tersangka itu dilakukan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri.

AYO BACA : Longsor di Gunung Mas Jalur Puncak Ditutup

Selain Rizieq, polisi juga menetapkan dua tersangka lainnya. Mereka adalah Habib Hanif Alatas selaku menantu Rizieq dan Direktur Utama RS Ummi, Andi Tata. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil gelar perkara yang digelar Bareskrim Polri.

"Penyidik sudah melaksanakan gelar dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka," kata Andi saat dikonfirmasi, Senin (11/1/2021).

AYO BACA : Puluhan Ribu Keluarga di Kota Bogor Dapat BLT Kemensos, Ini Besarannya

Penyidik Dit Tipidum Bareskrim Polri sebelumnya meningkatkan status perkara kasus swab tes Rizieq di RS Ummi dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

Peningkatan status perkara tersebut dilakukan usai penyidik melakukan gelar perkara dan menyimpulkan adanya unsur pidana dalam kasus tersebut. Belakangan penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap Rizieq.

Pemeriksaan tersebut berlangsung di Polda Metro Jaya. Selain Rizieq, penyidik juga telah memeriksa Andi Tatat. Pemeriksaan terhadap Direktur Utama RS Ummi itu dilakukan usai yang bersangkutan sembuh dari Covid-19.

Dalam kasus ini, penyidik mempersangkakan calon tersangka dalam Pasal 14 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984. Mereka diduga melakukan tindak pidana berupa menghalang-halangi pelaksanaan penanggulangan wabah dengan ancaman penjara maksimal 1 tahun.

AYO BACA : Minggu 10 Januari, Kasus Covid-19 di Kota Bogor Tembus 6.100


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar