Yamaha

Sebersy, Komunitas Pendidikan bagi Anak Kurang Mampu di Bogor

  Selasa, 17 November 2020   Husnul Khatimah
Sebersy, Komunitas Pendidikan bagi Anak Kurang Mampu di Bogor.(Ayobogor/Husnul)

BOGOR UTARA, AYOBOGOR.COM -- Sebuah komunitas di bidang pendidikan lahir di Kota Bogor yakni komunitas Sekolah Bersama Yuk (Sebersy) di Kampung Ceger RT 05 / RW 11, Tegalgundil, Bogor Utara, yang didirikan oleh pemuda bernama Bima Prasetyo Adi (29). 

Sebersy merupakan komunitas yang peduli terhadap pendidikan anak dari keluarga prasejahtera. Bima Prasetyo dan para relawan lainnya sudah mengabdikan diri selama 10 tahun terakhir. 

Terbentuknya Sebersy berawal dari tergeraknya Bima Prasetyo ketika melihat anak-anak usia sekolah yang sedang mengumpulkan botol bekas air mineral kemasan di sepanjang jalan kawasan Bangbarung. Ia pun menghampiri dan bertanya alasan mereka sampai harus ‘bekerja’ seperti itu.

“Ternyata anak-anak itu memulung alasannya untuk membeli peralatan dan seragam sekolah," katanya, Selasa (17/11/2020).

Melihat kondisi tersebut Bima tergerak untuk melakukan sesuatu agar anak-anak ini tidak lagi hidup di jalanan dan terbentuklah kelompok belajar yang dibantu teman-teman Bima.

Selama 10 tahun, ia dan tenaga relawan lainnya terus konsisten meningkatkan pendidikan anak- anak di Kampung Ceger. Hingga pada akhirnya minat sekolah anak-anak di kampung ini tumbuh. 

“Jadi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya mungkin anak-anak SD berhenti sekolah, bekerja ataupun nikah dini. Kami memotivasi mereka untuk mau terus sekolah. Dan akhirnya di sini Sebersy bisa membuat anak itu ada yang sampai masuk kuliah,” katanya.

Sosok inspiratif Bima Prasetyo rupanya terdengar sampai ke telinga Wali Kota Bogor Bima Arya. Di tengah kesibukannya Bima Arya menyempatkan diri mengunjungi markas Sebersy. Bima Arya pun bertemu dengan Bima Prasetyo. 

Tampak perbincangan santai dari keduanya. Bima Arya diajak untuk melihat langsung proses belajar mengajar di lahan berukuran sekitar 5 x 4 meter yang mereka beri nama Balenesia.

“Saya salut sama konsistensinya. Karena 10 tahun itu waktu yang tidak sebentar. 10 tahun masih bisa terus jalan, bahkan kemudian terus berkembang. Ini artinya konsistensinya terus dijaga. Tidak mudah. Pemerintah Kota Bogor mendukung, menyiapkan apa yang dibutuhkan. Mudah-mudahan bisa menginspirasi bagi anak muda yang lain. Ini adalah contoh yang tidak berdiam diri tapi menjadi bagian dari solusi. Insya Allah akan jadi contoh yang baik,” ujar Bima Arya.

Selain WiFi, Bima Arya juga tertarik untuk mengembangkan program pengolahan sampah di Sebersy yang mereka beri nama ‘asuransi sampah’. Di mana pada program ini orangtua murid menyetor sampah yang kemudian ditukar menjadi poin. Jika poinnya sudah terkumpul dalam batas tertentu, bisa ditukarkan dengan perlengkapan sekolah.

“Berikutnya kita kerjasama untuk pengolahan sampahnya. Nanti Pak Camat akan koordinasikan dengan DLH karena program yang sangat bagus. Terus nanti ada dari Dinas Pendidikan akan ada bantuan untuk anak-anak, seperti seragam, alat tulis atau apapun itu. Tadi juga saya dengar mereka butuh proyektor dan lain-lain. Terakhir kita lihat, apakah diperlukan tempat-tempat lain yang lebih representatif misalnya,” katanya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar