Yamaha

Covid-19 Tahun 2021: Indonesia Masih Gelombang Pertama?

  Jumat, 30 Oktober 2020   Netizen
Kerumunan mahasiswa saat menggelar aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law di Kota Bandung, Rabu (7/10/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BOGOR -- Gelombang pertama Covid-19 di Indonesia belum juga ada penurunan secara signifikan. Data kasus baru penyebaran Covid-19 di Indonesia per 28 Oktober 2020 mencapai angka 4.029 kasus. Kasus pun diperkirakan terus meningkat hingga tahun 2021.

Pakar Statistika, Yuyun Hidayat melakukan penelitian jangka pendek untuk memprediksi jumlah kasus Covid-19 dalam dua minggu ke depan.  Ia berkata bahwa pada tanggal 25-31 Oktober 2020, kasus aktif yang akan terjadi di Indonesia ada pada rentang 54.333-94.727 kasus, kemudian di tanggal 1-7 November diperkirakan mencapai 47.496-113.109 kasus aktif. Hal ini dilihat dari penelitian berdasarkan kebiasaan perilaku pola hidup masyarakat Indonesia serta kebijakan pemerintah dalam menanggulangi Covid-19.

“Belum ada tanda-tanda penurunan, bahkan kita belum mencapai puncak kasus. Covid-19 dapat berakhir ketika masyarakat mengubah kebiasaan perilaku” kata Yuyun saat menjadi pembicara di salah satu webinar, belum lama ini.

Yuyun berharap dengan adanya prediksi selama dua minggu ke depan, pemerintah dapat melakukan tindakan preventif dalam menangani jumlah kapasitas tempat tidur di rumah sakit di Indonesia, sehingga tidak ada lagi kasus penolakan pasien Covid-19 oleh rumah sakit rujukan karena kekurangan kapasitas tempat tidur.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Berli Hamdani Gelung Sakti memberikan data yang memperlihatkan perkembangan Covid-19 di Jawa Barat masih fluktuatif. Per Oktober 2020 total kasus mencapai 34.725, yaitu di posisi ketiga setelah DKI Jakarta dan Jawa Timur. Ia pun memprediksi bahwa puncak kasus Covid-19 di Jawa Barat akan terjadi pada Januari 2021, dengan total masyarakat yang akan terinfeksi sebanyak 98.000 jiwa.

“Pandemi ini kemungkinan tetap akan kita hadapi, setidaknya menjadi epidemi yang nantinya penyakit ini akan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat” katanya.

Berli Hamdani menambahkan, bahwa Provinsi Jawa Barat belum melakukan PSBB kembali, seperti yang sudah pernah dilakukan pada bulan Juli 2020, PSBB di Jawa Barat berhasil menekan pergerakan masyarakat yaitu kurang dari 30%. Saat ini Provinsi Jawa Barat gencar melakukan operasi gabungan untuk memantau penyebaran Covid-19.

Ahli Epidemiologi, Budi Sujatmika juga angkat bicara soal prediksi berakhirnya Covid-19 ini. Ia mengatakan situasi ini akan berakhir ketika masyarakat Indonesia mampu untuk mengubah kebiasaan baru dengan selalu menggunakan masker ketika keluar rumah, mencuci tangan menggunakan sabun minimal 20 detik, dan selalu menjaga jarak dengan orang lain minimal satu meter. Hal tersebut adalah modalitas yang dapat dilakukan oleh masyarakat Indonesia, sebelum kelayakan penggunaan vaksin secara massal diumumkan oleh pemerintah. 

(Netizen/Fitriala Hafiza)


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar