Yamaha

Sampah Rumah Tangga hingga Styrofoam Numpuk di Sungai Ciliwung

  Jumat, 30 Oktober 2020   Husnul Khatimah
Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Satgas Naturalisasi Ciliwung melakukan ekspedisi menyusuri sungai Ciliwung, Kamis (29/10/2020) sore. (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Sampah rumah tangga hingga styrofoam masih banyak ditemukan menumpuk di aliran Sungai Ciliwung. Hal ini diketahui saat Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Satgas Naturalisasi Ciliwung melakukan ekspedisi menyusuri sungai Ciliwung, Kamis (29/10/2020) sore.

Penyusuran sungai dimulai di bawah Jembatan Satu Duit, Warung Jambu, Bogor Utara dan mengarungi lintasan sekitar 2 kilometer menuju Delta di kawasan Sukaresmi, Tanah Sareal.

Di setiap titik yang terlihat penumpukan sampah, rombongan yang terdiri dari enam perahu karet ini berhenti melakukan pembersihan dibantu petugas DLH yang sudah siap dengan peralatan lengkap. Hasilnya, sampah yang terkumpul dari susur Ciliwung sepanjang 2 kilometer sebanyak 100 karung atau tiga mobil pick-up.

“Yang paling banyak sampah rumah tangga, sampah masker juga banyak. Tapi dominasi sampah styrofoam. Saya sedang mewacanakan membuat kebijakan bagaimana kita melakukan pengaturan penggunaan sampah styrofoam. Kita akan kaji dulu. Setelah kita mengeluarkan kebijakan pembatasan penggunaan sampah plastik, selanjutnya styrofoam,” ungkap Bima.

Namun, lanjut Bima, secara keseluruhan titik penumpukan sampah relatif berkurang. “Masalahnya lebih banyak sampah yang dibawa dari hulu. Ya tadi itu kebanyakan styrofoam.  Ini juga satu program yang sudah rutin dilakukan oleh Satgas Naturalisasi Ciliwung. Relatif sudah lebih berkurang titik sampahnya karena intensitas dari satgas yang rajin turun patroli serta edukasi ke warga,” jelasnya.

Selain fokus operasi sampah, Bima Arya dan rombongan ekspedisi juga melakukan observasi terhadap bangunan-bangunan liar yang berdiri di sempadan sungai. Bima Arya kemudian menginstruksikan aparatur wilayah, yakni Camat dan Lurah untuk menertibkan karena selain membahayakan warga, juga lingkungan.

“Ada beberapa bangunan liar yang menjorok ke sempadan sungai, memang tidak mudah mengawasi ini tetapi nanti akan ditertibkan oleh aparatur wilayah. Termasuk tadi ada pabrik tahu di pinggir sungai dan limbahnya dibuang ke situ,” ujar Bima.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar