Yamaha

Pemkot Bogor Sesuaikan Potensi Pendapatan Daerah Rp2,3 Triliun

  Kamis, 24 September 2020   Husnul Khatimah
Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor dalam rangka penyampaian Rancangan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2020, Rabu (23/9/2020). (ist)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Pemerintah Kota Bogor menyesuaikan potensi pendapatan daerah sebesar 18%. Semula Rp2,8 triliun menjadi Rp2,3 triliun di tahun 2020. Hal ini diungkapkan Wali Kota Bogor Bima Arya saat Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor dalam rangka penyampaian Rancangan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2020, Rabu (23/9/2020).

“Selain itu Pemkot Bogor melakukan rasionalisasi belanja yang dapat ditunda pelaksanaannya, mengutamakan sektor kesehatan, ekonomi, dan menyediakan jaring pengaman sosial terhadap warga yang terdampak Covid-19,” kata Bima, tertulis dalam keterangan, Kamis (24/9/2020).

Dalam rancangan perubahan APBD Tahun 2020, pada sektor PAD bila dibandingkan dengan APBD Kota Bogor pada saat penyesuaian potensi pendapatan daerah, PAD Kota Bogor naik sebesar Rp29 miliar, menjadi Rp748 miliar. Terhadap kenaikan target PAD, Pemkot Bogor mempertimbangkan insentif bagi Wajib Pajak yang jenis usahanya terkena dampak Covid-19.

Dalam melaksanakan program tanggap dan adaptif Covid-19, Pemkot Bogor berinisiasi melalui pengadaan alat kesehatan di RSUD sebesar Rp55 miliar bantuan keuangan Jabar, Pengalokasian akses kesehatan bagi masyarakat tidak mampu di luar kuota JAMKESMAS sebesar Rp45 miliar, pengutamaan alokasi DID Tambahan sebesar Rp11 miliar untuk mendorong percepatan pemulihan sektor ekonomi yang terdampak Covid-19, antara lain budidaya lebah madu, ikan dalam ember, bantuan desain bagi IKM, revitalisasi kampung batik dan kampung berisik, urban farming kampung siaga pangan dan pengadaan jaringan internet untuk fasilitas pendidikan dan promosi UMKM secara online di 797 RW.

Bima Arya menambahkan, sisi penerimaan dan pengeluaran pada penyampaian raperda APBD perubahan 2020 sudah berimbang.

Namun, katanya, perlu ada kebersamaan dalam meneliti kembali terkait dengan kebutuhan-kebutuhan pengalokasian anggaran yang dibutuhkan pada tahun 2020 atau anggaran yang perlu disiapkan dalam rangka pelaksanaan pembangunan 2021 dengan memanfaatkan potensi pendanaan yang ada dan mempertimbangkan waktu yang tersisa sampai dengan akhir Desember 2020.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar