Yamaha

59 Kelurahan di Kota Bogor Zona Merah Covid-19

  Jumat, 18 September 2020   Husnul Khatimah
Bima Arya (AyoBogor)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan saat ini sebanyak 59 kelurahan di Kota Bogor merupakan zona merah dari total 68 kelurahan.

"Saat ini ada 59 kelurahan zona merah, 142 RW zona merah. Tapi kategori zona merah ini sedang dievaluasi karena kedepan akan fokus ke RW yang kasusnya tinggi saja," ujar Bima, Jumat (19/8/2020).

Berdasarkan data, saat ini tingkat kesembuhan pasien Covid-19 sebesar 64,9 persen. Sedangkan tingkat kematian warga yang terinfeksi 4,2 persen. Sementara itu, 30,9 persen lainnya masih sakit atau masih dalam perawatan.

Mengenai pengawasan zona merah dilakukan secara ketat, seperti pengawasan aktivitas warga, operasional toko, rumah makan, cafe, mal, tempat wisata, rumah ibadah, pernikahan atau acara keramaian lainnya.

Pihaknya juga sudah membentuk unit lacak dan unit pantau untuk mengidentifikasi temuan kasus baru dan memantau perkembangannya.

Sementara untuk unit edukasi penanganan Covid-19, dibentuk Tim Merpati dan Tim Elang yang baru saja diresmikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. 

"Tim Merpati kita libatkan tenaga kesehatan, tokoh agama atau rohaniawan, relawan, temanco atau alumni Covid-19, gugus tugas nasional. Sementara Tim Elang atau tim pengawas melibatkan HIPMI, Karang Taruna, KNPI Kota Bogor," kata Bima. 

Diterapkan juga sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan yang dituangkan di Perwali Nomor 107 tahun 2020, baik bagi individu maupun bagi pelaku usaha.

Dalam mengantisipasi situasi terburuk ada tiga hal yang akan dilakukan Pemkot Bogor, yakni ketersedian tempat tidur, tenaga kesehatan dan logistik.

Pemkot Bogor kata Bima akan terus menggencarkan tes pcr dan swab. Tercatat per 15 September sudah dilakukan 13.196 tes. 

"Semakin banyak testing, maka semakin banyak yang kita lindungi," katanya.

Mengenai kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, Bima Arya menyatakan sejauh ini terbilang masih terkendali, angkanya 55,8 persen sudah terisi dari 342 tempat tidur.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, pihaknya akan mengisolasi pasien OTG di BNN Lido, Kabupaten Bogor atau tidak lagi di rawat di rumah sakit. 

"Tersedia disana (BNN, red) 122 tempat tidur. Saat ini sedang finalisasi administrasi, MoU sudah dilakukan," katanya.

Selain itu, pihaknya juga berencana menyiapkan satu hotel khusus penanganan Covid-19 sebagai langkah antisipasi melonjaknya kasus Corona.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar