Yamaha

Riset: Edukasi Warga Bogor soal Covid-19 Belum Maksimal

  Jumat, 11 September 2020   Husnul Khatimah
ilustrasi kerumunan warga di kawasan perbelanjaan. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Associate Professor Nanyang Technological University Sulfikar Amir menyampaikan hasil riset bertajuk 'Survei Persepsi Risiko Covid-19 Kota Bogor' secara virtual dari Balai Kota Bogor, Jumat (11/9/2020).

Dalam riset yang dilakukan 15 Agustus hingga 1 September 2020, menurut Wali Kota Bogor Bima Arya, menyadarkan jajaran Pemerintah Kota Bogor akan kelemahan dalam memberikan edukasi.  

Selanjutnya Pemkot Bogor akan lebih memperkuat edukasi secara maksimal dengan melibatkan dokter dan tokoh agama sehingga diharapkan warga Kota Bogor lebih sadar dan paham bahwa Covid-19 berbahaya dan nyata.

"Selain itu pemkot akan memperkuat protokol kesehatan yang kolaboratif dengan semua pihak," katanya.

Hal tersebut tidak terlepas dari hasil riset yang dipaparkan bahwa sebagian besar warga Kota Bogor belum teredukasi dengan baik. Selain itu, riset menyebut bahwa 90% warga terpapar secara ekonomi. Dasar itu dijadikan Bima memaksimalkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK).

"Berdasarkan hasil riset, sebanyak 50% (warga) bingung Covid-19 buatan manusia atau bukan. Bahkan yang percaya Covid-19 buatan manusia sebanyak 14%,” jelas Bima.

"Hasil riset yang disampaikan tadi menguatkan landasan Pemerintah Kota Bogor untuk menerapkan secara maksimal PSBMK dan tidak memilih PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar)."

Hasil riset juga menunjukkan bahwa Kota Bogor memiliki modal sosial yang luar biasa berupa solidaritas yang kuat antar sesama warga. Untuk itu, program Jaringan Keluarga Asuh Kota (Jaga Asa) akan digencarkan kembali, dimana keluarga yang mampu secara ekonomi bisa membantu keluarga yang membutuhkan.

“Jadi bisa dibayangkan ketika tidak teredukasi, tidak paham dan terpapar secara ekonomi, kemudian kita terapkan PSBB secara ketat tanpa dibantu secara ekonomi, maka tidak mungkin. Selain itu penerapan PSBB membutuhkan jumlah personel yang cukup untuk mengamankan, butuh anggaran bantuan sosial yang cukup," kata Bima.

Rencananya, PSBMK secara lebih maksimal akan diumumkan Pemkot Bogor pada Senin (14/9/2020).


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar