Yamaha

Pekerja Honorer Bisa Dapatkan Subsidi BLT Rp600 Ribu

  Rabu, 12 Agustus 2020   Aini Tartinia
ilustrasi pekerja. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBOGOR.COM -- Tenaga honorer juga bakal keciprat bantuan langsung tunai (BLT) Corona sebesar Rp600 ribu per bulan mulai September-Desember 2020. Bantuan ini memang menyasar pekerja yang bergaji di bawah Rp5 juta per bulan.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menjelaskan, tenaga kerja juga bakal mendapatkan subsidi gaji Rp600 ribu. Itu lah kenapa pemerintah menambah jumlah penerima bantuan yang semula hanya 13,8 juta orang menjadi 15,7 juta orang.

"Pada awalnya kami hanya mendesain untuk 13 sekian juta sekarang kita perluas menjadi 15 juta lebih. Itu karena kami juga memberikan kesempatan kepada teman-teman pegawai pemerintah non PNS," kata Ida seperti dikutip dalam Suara.com, Selasa (11/8/2020).

Ida menambahkan, meskipun mereka bekerja di instansi pemerintahan namun tidak tergolong sebagai PNS dan mereka tidak mendapatkan gaji ke-13 sebagimana yang diperoleh oleh pegawai negeri sipil.

"Meskipun dia pegawai pemerintah, dia bekerja di instansi pemerintah tapi dia bukan PNS," imbuhnya.

Mereka juga tetap akan mengikuti persyaratan bahwa yang bisa menerima subsidi Rp600 ribu adalah pekerja yang bergaji di bawah Rp5 juta.

"Mereka juga upahnya di bawah Rp5 juta, kebanyakan mereka upahnya UMP (upah minimum provinsi). Ini juga akan kami beri kesempatan. Jadi kami perluas, kalau awalnya 13 juta lebih, sekarang menjadi 15 juta karena kami ingin memperluas manfaatnya," ujarnya.

Seiring dengan itu, maka anggaran bantuan Rp600 ribu pemerintah untuk subsidi upah ini mengalami kenaikan menjadi Rp37,7 triliun dari semula Rp33,1 triliun.

Ada beberapa hal yang perlu kalian perhatikan terkait dengan kebijakan BLT untuk pekerja formal dengan besaran Rp600 ribu per bulan selama empat bulan itu yakni:

Pertama, pastikan diri kalian tercatat sebagai peserta di BP Jamsostek dengan mengecek ke bagian SDM di perusahaan.Tentu dengan ketentuan iuran per bulannya Rp150 ribu. Kalau di atas itu, kalian tidak berhak mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) untuk pekerja formal dengan besaran Rp600 ribu per bulan selama empat bulan.

Kalau memang tidak ingat secara pasti, cek juga berapa upah yang kalian terima per bulan. Kalau di atas Rp5 juta per bulan, kalian juga tidak berhak mendapatkan BLT untuk pekerja formal dengan besaran Rp600 ribu per bulan selama empat bulan dari pemerintah tersebut. Ayojakarta belum mendapatkan informasi pasti tentang ukuran apa yang dipakai sebagai patokan; apakah gaji pokok per bulan atau take home pay yang diterima pekerja selama sebulan.

Kedua, kalian harus memiliki rekening pribadi di bank yang masih aktif. Pasalnya, BLT untuk pekerja formal dengan besaran Rp600 ribu per bulan selama empat bulan itu, pencairannya dengan cara langsung dikirim ke rekening penerima.

Ketiga, setelah itu BPJS Ketenagakerjaan akan mengumpulkan nomor rekening peserta yang memenuhi kriteria penerima BLT untuk pekerja formal dengan besaran Rp600 ribu per bulan selama empat bulan melalui kantor cabang di seluruh Indonesia.

Keempat, data calon penerima BLT untuk pekerja formal dengan besaran Rp600 ribu per bulan selama empat bulan yang sudah divalidasi di BP Jamsostek akan dikirimkan ke  pemerintah.

Kelima, pemerintah akan memvalidasi ulang data calon penerima BLT untuk pekerja formal dengan besaran Rp600 ribu per bulan selama empat bulan yang dikirimkan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Keenam, setelah semua oke, tinggal tunggu proses pencairan BLT pekerja formal dengan besaran Rp600 ribu per bulan selama empat bulan itu. Caranya, ya cek rekening pribadi kalian. Oh ya, pencairan dilakukan dalam dua termin. Masing-masing pencairan BLT untuk dua bulan. Menurut rencana, pengucuran dilakukan mulai September.

Sebelumnya, Menteri Erick Thohir sebagai Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dalam rilis yang diperoleh Ayojakarta dari Tim Komunikasi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional mengungkapkan kebijakan program BLT dalam proses finalisasi.

“Program stimulus ini sedang difinalisasi agar bisa dijalankan oleh Kementerian Ketenagakerjaan di September 2020 ini,” ungkap Erick Thohir dalam keterangan tersebut.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar