Yamaha

Musik Lawas Indonesia Diarsipkan Lewat Digitalisasi Musik

  Kamis, 06 Agustus 2020   Husnul Khatimah
Taklimat media Peluncuran Digitalisasi Musik melalui telekonferensi. (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)

JAKARTA, AYOBOGOR.COM -- Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Baru bekerja sama dengan Irama Nusantara meluncurkan digitalisasi musik.

Dalam proses digitalisasi, karya musik lawas didokumentasikan dengan rapi mulai judul, penyanyi, pencipta, tahun, label produksi serta data lain yang dirasa penting.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menilai, langkah digitalisasi musik cukup efektif dan merupakan dukungan nyata Kemendikbud dalam menyelamatkan musik lawas Indonesia yang pernah terekam atau dirilis di masa lalu. Sebab, pendataan musik diperlukan untuk mendukung upaya pemahaman serta pelestarian musik sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.

“Pendataan seluruh informasi yang berkaitan dengan karya musik harus mendapatkan perhatian yang serius, yaitu dikelola secara sistematis mencakup identifikasi, pengumpulan, pengelolaan (digitalisasi, restorasi), penyimpanan (katalogisasi), dan publikasi,” ujar Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid pada taklimat media Peluncuran Digitalisasi Musik melalui telekonferensi di Jakarta, Kamis (6/8/2020).

Basis data yang terbangun, kata Hilmar, diharapkan dapat menjadi rujukan informasi dan sumber pengetahuan bagi seluruh pecinta musik dan masyarakat Indonesia secara umum.

Hilmar Farid menambahkan, dengan mengenali arsip atau dokumentasi warisan budaya dapat sekaligus mengetahui jejak perjalanan bangsa dan dapat menumbuhkan kebanggaan tehadap karya budaya bangsa dan cinta tanah air.

“Ini salah satu mimpi besar kita yang sudah sering didiskusikan dalam waktu yang cukup lama. Saya kira, kita perlu mulai memikirkan secara lebih serius karena arsip ini kelihatannya susah-susah gampang,” ujarnya.

Upaya melestarikan dan mendokumentasikan catatan sejarah dalam bentuk arsip digital, karya- karya musik populer Indonesia dapat membangun rasa ketertarikan dan apresiasi masyarakat pada musik populer Indonesia. Pada gilirannya dapat menumbuhkan wawasan dan kecintaan terhadap karya budaya bangsa. Pada tahun ini target digitalisasi musik sekitar 1.000 rilis.

Kegiatan digitalisasi musik populer Indonesia juga dimaksudkan untuk melengkapi ruang-ruang perpustakaan dan arsip dengan basis data yang sudah dimiliki sehingga informasi mengenai musik populer Indonesia dapat meluaskan dan memudahkan akses masyarakat Indonesia serta warga dunia.

Ketua Yayasan Irama Nusantara Dian Wulandari mengatakan, melalui kegiatan ini, masyarakat dapat lebih mengenal dan mencintai musik Indonesia, terutama musik populer yang juga merupakan bagian dari perkembangan budaya dan identitas bangsa ini.

“Saat ini kondisi masyarakat Indonesia masih kesulitan untuk mendapatkan referensi maupun informasi seputar musik populer Indonesia. Untuk itu kami hadir melalui digitalisasi musik,“ jelas Dian.

Sejalan dengan itu, pengelola Laras, sebuah komunitas studi tentang musik dalam masyarakat, Irfan Darajat menilai, saat ini masih sangat dibutuhkan data-data yang sahih terutama terkait informasi musik populer Indonesia yang selama ini cukup sulit untuk didapatkan.

Irfan juga menambahkan, pemerintah Korea Selatan dalam usahanya membuat Asia Culture Center sering kali menurunkan berbagai hibah kepada para akademisi untuk melakukan riset serta akuisisi arsip musik dari Indonesia. Oleh karenanya, ia menyambut baik dukungan Kemendikbud dalam hal pengarsipan atau digitalisasi karya musik lawas Indonesia.

“Sangat disayangkan jika seluruh data ini jadinya dimiliki oleh negara lain, sementara kita masyarakat Indonesia kesulitan untuk memanfaatkannya,” jelas Irfan.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar