Yamaha

Mulai 3 Agustus , Warga Bogor Bisa Gunakan Bus Rute Taman Persada-Blok M dan Djuanda

  Kamis, 30 Juli 2020   Andres Fatubun
Uji coba Jabodetabek Residence Connexion di Perumahan Taman Sari Persada Bogor, Jalan Taman Sari Persada, Kecamatan Tanah Sareal, Kamis (30/07/2020).

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- Mulai 3 Agustus, masyarakat Kota Bogor yang sehari-hari beraktivitas dan bekerja di DKI Jakarta akan memiliki alternatif moda transportasi umum selain Commuter Line (KRL).

Transportasi tersebut Jabodetabek Residence Connexion (JRC) yang digulirkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama BUMN Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta (Perum PPD) dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Uji cobanya secara resmi dilakukan Kamis (30/07/2020).

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama Dirut PPD, Pande Putu Yasa dan Dirjen Angkutan Jalan BPTJ, Aca Mulyana secara resmi melepas armada yang akan melayani rute Taman Sari Persada - Blok M dan Taman Sari Persada - Juanda atau sebaliknya.

“Mulai 3 Agustus 2020 ada alternatif sistem transportasi yang aman sampai ke Jakarta dari Kota Bogor dan sebaliknya. Ini langkah yang luar biasa, salah satu contoh nyata dibalik kesulitan ada kemudahan. Alhamdulillah, apresiasi saya kepada semua pihak yang telah membantu. Semoga upaya dilakukan membuahkan hasil bagi masyarakat Kota Bogor. Ini solusi yang cerdas, langkah yang luar biasa,” kata Dedie.

Menurut Dedie, potensi angkutan massal di Kota Bogor cukup banyak, baik dari perumahan-perumahan maupun jumlah pengguna moda transportasi KRL. Jika dilihat dari enam kecamatan yang ada, setidaknya ada enam titik poin awal dan akhir poin.

Sedangkan jika dilihat dari potensi market (pasar) untuk menambah dan menentukan drop dan pick up poin bisa dilihat dari data provider ojek online.

Dengan adanya sistem alternatif moda transportasi ini, Dedie berharap penyebaran Covid-19 di Kota Bogor dapat lebih terkendali. Faktor kenyamanan dan keamanan menjadi salah satu faktor masyarakat enggan menggunakan transportasi umum.

Direktur Perum PPD, Pande Putu Yasa sebelumnya menerangkan, dua rute awal yang dibuka merupakan rute pertama bagi PPD masuk Kota Bogor di tahun 2020.

Kedepan pihaknya berharap ada lintasan atau trayek lain untuk dilayani. Dengan bantuan Kemenhub, pihaknya mendorong masyarakat menggunakan angkutan umum untuk mendukung agar pemerintah memberikan subsidi silang untuk tarifnya agar bisa dijangkau masyarakat.

“Di Bogor kami usulkan 27 trayek ke BPTJ dan berharap bisa diisi semua, sehingga mampu mengurangi penumpukkan penumpang kereta listrik,” ujar Pande Putu Yasa.

Dirjen Angkutan Jalan BPTJ, Aca Mulyana berharap agar JRC ditempat lain menyusul.

“Kami mendorong agar JRC di wilayah lain di Kota Bogor segera dibuka, sehingga bisa membantu masyarakat agar bisa bertransportasi lebih baik ke perkantoran, perdagangan atau kawasan industri. JRC tidak bisa menaikkan atau menurunkan di tengah jalan, karena ini point to point,” terangnya.

Untuk uji coba Perum PPD menyediakan 5 armada dengan jumlah kapasitas 50 sampai 70 persen dari total kapasitas. Selama masa uji coba setiap penumpang dikenakan tarif Rp. 15.000 dengan maksud sebagai daya tarik atas layanan yang diberikan.

Untuk warga Kota Bogor yang ingin ke Jakarta, ada tiga waktu pemberangkatan pada pagi hari, yaitu pukul 05.30 WIB, 06.00 WIB dan 09.00 WIB. Sedangkan untuk waktu pulang dari Blok M dan Juanda pada sore hari, pukul 16.30 WIB, 17.20 WIB dan 20.00 WIB. Untuk informasi layanan warga bisa menghubungi via Whatsapp (08111950055).


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar