Yamaha

Tiga Skenario Pertamina Hapuskan Premium dan Pertalite

  Kamis, 23 Juli 2020   Netizen
ilustrasi. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

DALAM paparan yang disampaikan Pertamina di depan Komisi VII DPR RI, beberapa waktu lalu, terungkap ada tiga skenario yang telah disiapkan oleh pihak Pertamina untuk menghapus bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite.

Yang pertama, pengurangan BBM yang memiliki research octane number (RON) 88 disertai dengan upaya edukasi dan kampanye untuk mendorong konsumen menggunakan BBM RON 90.

Yang kedua, pengurangan BBM RON 88 dan 90 di SPBU disertai dengan edukasi dan kampanye untuk mendorong konsumen menggunakan BBM di atas RON 90.

Yang ketiga, simplifikasi produk yang dijual di SPBU hanya menjadi dua varian, yakni BBM RON 91/92 dan BBM RON 95.

Ketiga tahapan tersebut sesuai Peraturan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru untuk Kendaraan Bermotor Roda Empat atau Lebih.

Premium dan Pertalite perlu dihapus karena dianggap memiliki kadar RON rendah sehingga sangat tidak ramah lingkungan.

Sesungguhnya, bukan cuma Premium dan Pertalite yang perlu dihapus. Semua jenis BBM fosil, cepat atau lambat, mesti ditiadakan. Kenapa? Roda kehidupan berbangsa dan bernegara kita tidak boleh terus bergantung sepenuhnya kepada BBM fosil. Selain jumlahnya yang terus menipis dan harganya yang akan kian mahal, BBM fosil sangat tidak ramah terhadap lingkungan.

Pada titik inilah betapa pentingnya upaya kita untuk segera berpaling kepada sumber-sumber energi yang terbarukan, sumber-sumber energi yang bukan hanya ramah terhadap lingkungan, tetapi juga murah lantaran jumlahnya melimpah.

Biodiesel, bioethanol, biomassa, energi surya, hidrogren, hidropower, panas bumi tenaga ombak dan tenaga angin hanyalah beberapa jenis energi alternatif terbarukan yang sesungguhnya bisa kita eksplorasi untuk menggantikan posisi BBM fosil di masa depan.

Oleh karena itu, selain upaya secara bertahap menghapus keberadaan BBM fosil yang tidak ramah lingkungan, pemerintah kita perlu segera membuat terobosan-terobosan kreatif di bidang teknologi energi terbarukan yang dibarengi dengan investasi besar-besaran di sektor ini. Tujuan pokoknya adalah mengakhiri ketergantungan kita kepada BBM fosil, sehingga kita akhirnya mampu menjelma menjadi sebuah negara yang bebas dari BBM fosil.

Beberapa negara saat ini sudah mengupayakan menuju ke arah sana. Contohnya, Denmark dan Swedia. Kedua negara Skandinavia ini telah membuat peta jalan (road map) menuju negara bebas BBM fosil. Keduanya menargetkan bahwa di tahun 2050 nanti akan menjadi negara yang benar-benar bebas dari penggunaan BBM fosil.

Tentu saja, pemerintah Indonesia perlu pula memiliki peta jalan serupa, sebagai acuan untuk menentukan langkah-langkah strategis di sektor energi dan transportasi secara nasional, sehingga mampu menjelma sebagai sebuah negara yang bebas dari BBM fosil yang pada gilirannya akan membuat kondisi kas keuangan negara semakin kuat serta lingkungan semakin sehat.

Ke depan, pemerintah kita mungkin saja perlu pula membentuk kementerian yang khusus mengurusi soal energi baru dan terbarukan. Dengan adanya kementerian khusus ini diharapkan upaya-upaya membangun, mengembangkan dan mengelola energi baru dan terbarukan di negeri ini bisa lebih terarah dan lebih terencana.***

(Djoko Subinarto, penulis lepas dan bloger, mukim di Cimahi)

Catatan Redaksi:
Artikel sudah ditayangkan  di Ayobandung.com dengan judul "Memahami Skenario Penghapusan Premium"


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar