Yamaha

PSBB di Bogor, Depok, dan Bekasi Kemungkinan Diberlakukan Kembali

  Rabu, 15 Juli 2020   Republika.co.id
Ilustrasi. (pixabay)

BANDUNG, AYOBOGOR.COM -- Kasus positif Covid-19 di Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi terus menunjukkan tren kenaikan yang cukup signifikan. Dengan data yang ada ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tak menutup kemungkinan untuk kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Jabar, Berli Hamdani, mengatakan, kemungkinan DKI Jakarta akan memberlakukan kembali PSBB. Hal tersebut telah disampaikan Gubernur DKI Jakarta dalam berbagai kesempatan. Dengan catatan, kata Berli, apabila masa transisi ini terjadi banyak pelanggaran.

“Nah, tentunya Bodebek sebagai daerah penyangga itu akan tetap memberlakukan  atau kita mengikuti apa yang diberlakukan di DKI Jakarta tentu saja dengan melakukan beberapa penyesuaian,” ujar Berli kepada wartawan, di Gedung Sate, Selasa (14/7).

Sementara mengenai kajian epidemiologisnya, lanjut Berli, memang kasus yang ada di Bodebek terutama di Depok dan Kabupaten/Kota Bekasi terus menunjukkan tren naik. Di DKI, kasusnya juga terus meningkat. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, Jakarta dan Jawa Timur (Jatim) bergantian di puncak ‘klasemen’ untuk kasus harian.

“Di Depok dan Kabupaten/Kota Bekasi juga mengalami peningkatan, jadi kalau kebijakan yang akan diambil kalau melihat kajian epidemiologi seperti itu tentunya masih relevan atau mengacu kepada kebijakan yang dilaksanakan oleh DKI,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Jabar ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya mewanti-wanti agar pelaksanaan pelacakan, pengujian sampel, dan perawatan pasien Covid-19 makin masif dilakukan, khususnya di delapan provinsi. Delapan provinsi itu yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Sumatra Utara, Papua dan Kalimantan Selatan.

Pada Selasa (14/7), Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto melaporkan jumlah kasus positif sebanyak 1.591 kasus dari 23.001 pemeriksaan spesimen. Dari total jumlah kasus positif tersebut, Jatim menjadi penyumbang tertinggi.

Kasus di Jatim dilaporkan mencapai 353 kasus baru dengan 352 kasus sembuh. Kemudian diikuti oleh DKI Jakarta dengan 268 kasus baru dan 120 kasus sembuh. Posisi ketiga ditempati Sulawesi Selatan dengan 197 kasus baru dan 144 sembuh dan Kalimantan Selatan sebanyak 161 kasus positif dan 54 sembuh.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar