Yamaha

Sekolah Daring Sudah Umum di Amerika, Apa Saja?

  Rabu, 15 Juli 2020   Ananda Muhammad Firdaus
ilustrasi. (Ayo Media Network)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Dengan angka menginjak lebih dari 1 juta penderita Covid-19, Senin (13/7/2020), Amerika Serikat adalah negara dengan kasus Covid-19 tertinggi. Dilansir dari The New York Times, Los Angeles dan San Diego akan memulai tahun ajaran baru dengan sistem online seperti Indonesia.

Namun, Amerika Serikat sebenarnya sudah memiliki sistem sekolah online jauh sebelum pandemi Covid-19 dimulai. Dilansir dari berbagai sumber, terdapat tiga tipe sekolah online di Amerika Serikat, yaitu:

1. Cyber Charter Schools

“Charter school” adalah sekolah yang dibiayai oleh negara, namun memiliki kewenangan untuk mengubah kebijakan pembelajarannya sendiri. Sekolah ini gratis dan biasanya memberikan fasilitas ke siswa berupa komputer dan koneksi dial-up.

2. Online Private Schools

Sama seperti sekolah swasta (tidak gratis), hanya saja beroperasi secara online. Sekolah swasta online berstatus lebih terpandang dibandingkan sekolah online lainnya karena akreditasi. Akreditasi sekolah online pun berpengaruh saat melamar pekerjaan atau mendaftar kuliah.

3. Public Private Schools

Sama seperti Charter School, hanya tidak memiliki kewenangan untuk beroperasi mandiri. Namun, sekolah negeri online menawarkan jauh lebih banyak macam mata pelajaran.

Sama seperti sistem PJJ sekarang, siswa “datang” ke kelas lewat internet. Materi yang dipelajari akan diunggah di koneksi internet pribadi antara siswa dan sekolah. Buku masih diberikan lewat pos dan sifatnya gratis kecuali untuk yang tinggal di luar kota lokasi gedung sekolah serta sekolah swasta.

Pro dan Kontra Sekolah Online

Di Amerika Serikat pun masih ada perdebatan antara sistem sekolah yang paling ideal untuk anak. Menurut ahli pendidikan Jamie Littlefield, ada sejumlah pro dan kontra dari sekolah online.

Keuntungan dari sekolah online adalah fleksibilitas. Di Amerika Serikat, siswa boleh mengambil sekolah online bersamaan dengan sekolah biasa atau murni sekolah online. Tujuannya adalah untuk memilih mata pelajaran yang memang diinginkan, biasanya relevan dengan jurusan kuliah yang dituju.

Selain itu, menurut sensus populasi Amerika Serikat, 30% alasan siswa dan orang tua memilih bersekolah online adalah untuk menghindari “lingkungan buruk”. Hal ini berkaitan dengan penyakit mental yang diidap siswa-siswa saat bersekolah.

Kerugian dari sekolah online adalah kurangnya keaktifan. Tidak ada akses cepat akan guru, kehidupan sosial pertemanan, dan potensi malas mengerjakan tugas. Sama seperti kekhawatiran orang tua dan siswa Indonesia dengan sistem PJJ, lingkungan belajar tatap muka masih dianggap lebih menstimulasi otak.

Pada tahun 2002 – 2003, tercatat ada 95.000 siswa sekolah online di Negeri Paman Sam tersebut. Melalui algoritma yang dikalkulasikan oleh Kementerian Pendidikan Amerika Serikat, diprediksi terdapat hingga 127.000 siswa sekolah online pada Oktober 2019.  

Ditambah pandemi Covid-19, diprediksi preferensi siswa Amerika Serikat akan sekolah online bisa meningkat. (Farah Tifa Aghnia)


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar