Yamaha

Pesepeda Patuhi Protokol Kesehatan Demi Kebaikan Bersama

  Jumat, 10 Juli 2020   Netizen
ilustrasi pesepeda. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Tahun 2020 menjadi titik kecemasan tertinggi akan kesehatan diri karena mewabahnya pandemi Covid-19. Berbagai cara dilakukan untuk menanggulanginya, seperti melakukan aktivitas di rumah saja, mulai dari beribadah, belajar hingga bekerja. Dialihkannya semua aktivitas ke rumah membuat roda ekonomi semakin mengkhawatirkan. Oleh karena itu, era new normal dijalankan agar ekonomi tetap terkendali dan wabah dapat diatasi.

New normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) merupakan keadaan baru yang mengharuskan masyarakat menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas. Ditetapkannya new normal, membuat banyak masyarakat mulai beraktivitas seperti biasa mulai dari bekerja hingga berolahraga. Olahraga di tengah pandemi memang penting dilakukan agar tubuh sehat dan imun tetap terjaga..

Olahraga dengan naik sepeda kini banyak digandrungi berbagai kalangan. Umumnya saat pagi atau sore hari, tempat olahraga seperti stadion didatangi para pegiat sepeda mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Pada hari minggu pun, terdapat Car Free day (CFD) yang dimanfaatkan untuk bersepeda. Dalam kenormalan baru ini, jumlah pesepeda semakin meningkat. Menurut data yang dihimpun oleh Institute for Transportation & Development Policy (ITDP), jumlah pesepeda di Jakarta meningkat hingga 1.000%. Presentase ini melonjak akibat usainya pembatasan sosial di ibu kota pada 18 Juni lalu. Pada 28 Juni, sekitar 52.000 pesepeda ditaksir melintasi 32 lokasi bebas kendaraan bermotor.

Sepeda memang termasuk olahraga yang murah meriah, maka tak heran kini sepeda menjadi primadona di tengah virus corona. Karena termasuk olahraga, maka sepeda pun dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Selain untuk berolahraga, sepeda juga digunakan untuk aktivitas lain oleh beberapa orang, seperti bekerja, bermain, dan bepergian. Sepeda dapat menjadi moda transportasi hemat budget dan solusi untuk menghindari kemacetan. Bagi pegiat sepeda, kejenuhan akibat aktvitas yang dibatasi selama pandemi juga akan hilang dengan bersepeda.

Bersepeda saat new normal diperbolehkan dengan syarat menaati protokol kesehatan. Moda transportasi ini meminimalisir penularan virus karena bersepeda dapat terhindar dari kerumunan dan berdesak-desakan.

Berkerumun dan berdesak-desakan dapat membuat virus lebih cepat menyebar apalagi virus ini tak terlihat oleh mata. Dalam siaran langsung Youtube BNBP, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Andhika Raspati menyarankan bersepeda yang aman kala new normal yakni memperhatikan intensitas kecepatan dalam menggowes, memilih medan yang tidak terlalu menanjak, dan tetap menggunakan masker. Selain masker, protokol kesehatan lainnya yang harus diterapkan adalah menjaga jarak.

Dilansir dari detikcom, komunitas Bike To Work (B2W) Indonesia pun mengemukakan protokol kesehatan  yang harus diterapkan agar tetap aman saat bersepeda, mulai dari sebelum hingga setelah bersepeda. Hal-hal yang harus disiapkan sebelumnya yakni menjaga kebersihan sepeda terutama bagian yang bersentuhan dengan tangan, cuci tangan dengan sabun, hindari droplet dengan pakaian dan pelengkapan lainnya, membawa handsanitizer dan handuk kecil, menggunakan helm & kacamata, memilih masker berbahan dasar kain yang tidak terlalu rapat agar tidak mengganggu pernapasan, dan membawa botol minum tertutup plastik.

Protokol kesehatan yang harus dilakukan selanjutnya adalah saat beristirahat. Pertama, cuci tangan dengan sabun atau handsanitizer. Kedua, bersihkan wajah dan tangan dengan tisu atau handuk kecil. Ketiga, utamakan jaga jarak. Keempat, selalu gunakan masker kecuali saat makan dan minum. Kelima, hindari berbagi bekal pribadi. Dan keenam, istirahat secukupnya.

Selanjutnya, pesepeda harus memperhatikan hal-hal berikut saat bersepeda. Pertama, utamakan bersepeda sendiri, jika berkelompok usahakan dua hingga lima pesepeda saja. Kedua, hindari keramaian dan daerah zona merah Covid-19. Ketiga, jaga jarak antar pesepeda dan kendaraan lain, jarak kiri-kanan minimal 2 meter dan jarak depan-belakang minimal 4 meter. Dan keenam, selalu patuhi rambu lalu lintas bersepeda.

Setelah kembali ke rumah, terdapat aturan yang juga harus diperhatikan. Pertama, lepaskan semua perlengkapan sebelum masuk rumah dan semprot dengan cairan disinfektan. Kedua, segera cuci semua perlengkapan dengan detergen. Ketiga, hindari kontak fisik dengan orang lain dan benda. Dan keempat, segera bersihkan diri kemudian beristirahat.

Protokol kesehatan saat bersepeda tidak bermaksud mengekang para pesepeda. Aturan ini dibuat untuk kepentingan bersama. Bersepeda dengan menerapkan protokol kesehatan dapat membuat pesepeda aman dan lebih tenang. Selain itu, dengan taat peraturan maka peseda telah membantu meminimalisir penyebaran virus.

(Iin Inayah/Mahasiswi Ilmu Komunikasi UIN SGD Bandung)

Catatan redaksi:
Artikel ini telah dimuat Ayobandung.com dengan judul "Amankah Bersepeda saat New Normal?"


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar