Yamaha

Ikuti Tren Berkebun, Begini Cara Buat Kompos Sendiri

  Rabu, 08 Juli 2020   Ananda Muhammad Firdaus
Ilustrasi berkebun. (Dok. SMKN 6 Bandung via Ayobandung.com)

Selama masa pandemi virus corona, muncul tren baru di masyarakat akibat lebih banyaknya aktivitas di rumah, salah satunya adalah berkebun. Dilansir dari katadata, perusahaan e-commerce Tokopedia mencatat temuan tren berbelanja di situsnya di antaranya terdapat peningkatan pada penjualan produk tanaman. Alat berkebun seperti pot juga menjadi yang paling laku keras pada masa pandemi ini.

Terlepas dari itu, mengingat data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang menyebutkan bahwa sebesar 60% sampah yang ada di TPA merupakan sampah organik, tren berkebun ini dapat menjadi alternatif penekanan jumlah sampah organik rumah tangga. Caranya dengan membuat kompos sendiri di rumah.

Sebelumnya apa itu mengompos? Mengompos adalah salah satu cara untuk mengolah sisa bahan organik di rumah agar tidak berakhir di TPA untuk menghasilkan pupuk. Pembuatannya mencampur sisa bahan organik dan organisme pengurai menggunakan komposter.

Komposter sendiri merupakan alat yang digunakan untuk pengomposan seperti tong bekas. Namun, bukan hanya itu saja dan perlu diperhatikan lagi jenis-jenis komposter yang cocok dengan kondisi rumah dan karakteristik kita.

1. Komposter Takakura

Metode ini pertama kali diperkenalkan di Surabaya pada tahun 2004 oleh Koji Takakura, ahli kimia terapan dari Himeji Institute of Technology Jepang. Komposter ini bisa menggunakan keranjang cucian bekas yang berlubang-lubang dan dilapisi oleh kardus bekas. 

2. Komposter Pot atau Gerabah

Gerabah memiliki sifat yang ‘bernafas’ sehingga memberikan sirkulasi udara yang lebih baik daripada penggunaan plastik. Saat gerabah tersebut sudah penuh bisa langsung dipanen.

3. Komposter Drum atau Kontainer

Komposter ini cocok digunakan di lahan sempit maupun di dalam ruangan karena menggunakan drum plastik atau metal bekas dengan melubangi bagian bawah untuk mendapatkan sirkulasi udara (aerob).

4. Worm Bin

Komposter ini dibuat menggunakan cacing sebagai pengurai yang dimasukkan ke dalam wadah, bisa berupa kotak plastik.

5. Biopori

Komposter ini terletak di bawah tanah dengan bentuk lubang dan bisa menampung segala jenis material organik termasuk sisa organik basah yang berlemak dan berminyak. Dapat memanfaatkan pipa paralon diameter 10cm yang dilubangi kecil-kecil (pori-pori) dan dimasukkan secara vertikal ke dalam tanah sedalam satu meter.

Berikut Langkah-langkahnya.

Menyiapkan bahan baku berupa sampah coklat, sampah hijau, tanah, air cucian beras dan bioaktivator berupa EM4 untuk mempercepat proses penguraian. Lalu pilih alat sesuai dengan jenis komposter yang dipilih.

1. Isi dengan sampah hijau dan sampah coklat dengan perbandingan 1:1. Campurkan juga pupuk kompos yang sudah jadi dengan tanah biasa dengan perbandingan 1:1.

2. Masukkan air cucian beras lalu tutup bak kompos dengan rapat. Aduk komposter setiap satu minggu. Pada minggu pertama dan ke-2, mikroba mulai bekerja menguraikan sampah.

3. Apabila sudah jadi, kompos akan terlihat berwarna kehitaman dan tidak bau sampah yang kira-kira membutuhkan waktu 4-6 minggu.

4. Ambil dengan cara mengayak. Bagian yang kasar dapat dicampur kembali dalam komposter sebagai aktivator.

Selamat mencoba! (Ventriana B)


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar