Yamaha

Menimbang Untung-rugi Pengenaan Pajak Sepeda

  Selasa, 07 Juli 2020   Netizen
ilustrasi pengguna sepeda. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Pengenaan pajak atas penggunaan sepeda diyakini bakal kian memperkuat hak serta legitimasi pesepeda di jalanan. Meski demikian, hal ini dikhawatirkan malah akan membuat lebih banyak orang kian hoream mengayuh sepeda.

Demam gowes sedang melanda negeri ini akhir-akhir ini. Para pesepeda membanjiri jalanan kota-kota kita, terutama di akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Bengkel sepeda dan toko sepeda diserbu konsumen. Dampaknya, harga beberapa jenis sepeda tertentu dan sejumlah onderdil sepeda sempat melonjak beberapa kali lipat.

Kita berharap demam bersepeda ini akhirnya ikut membentuk semacam kultur bersepeda di masyarakat kita. Dengan begitu, sepeda, yang notabene sangat ramah lingkungan itu, menjadi alat transportasi sehari-hari masyarakat kita, menggantikan sepeda motor atau mobil.

Menyusul terjadinya peningkatan jumlah pesepeda di berbagai kota di negeri ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana segera menyiapkan regulasi untuk sepeda. Regulasi ini nanti akan mengatur sejumlah hal, seperti alat pemantul cahaya bagi para pesepeda, penyediaan jalur sepeda serta penggunaan alat keselamatan lainnya oleh pesepeda.

Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, sepeda dikategorikan sebagai kendaraan tidak bermotor. Oleh karenanya, pengaturannya dapat dilakukan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Lebih diprioritaskan

Diakui atau tidak, pembangunan kota-kota kita masih cenderung mengakomodir kepentingan para pengguna kendaraan bermotor. Infrastruktur bagi kendaraan bermotor sejauh ini lebih diprioritaskan ketimbang infrastruktur bagi sepeda dan juga pejalan kaki. Ujungnya, masyarakat kita cenderung lebih memilih menggunakan kendaraan bermotor ketimbang naik sepeda atau berjalan kaki.

Padahal, ketersediaan infrastruktur sepeda menjadi salah satu elemen krusial yang mampu mendorong warga memilih sepeda sebagai sarana transportasi sehari-hari.

Kita perlu mengapresiasi langkah pengelola sejumlah kota di negeri ini yang saat ini telah merintis membangun infrastruktur sepeda berupa jalur khusus untuk para pesepeda.

Jalur khusus untuk pesepeda memang sangat dibutuhkan demi menjamin kenyamanan dan keselamatan para pesepeda. Jalur khusus bagi pesepeda ini perlu diperbanyak dan diperpanjang di kota-kota di negeri ini.

Ada sementara kalangan yang berpendapat bahwa regulasi terkait sepeda semestinya pula mencangkup soal perpajakan. Dengan kata lain, seperti kendaraan yang lain, sepeda seharusnya dikenai pajak.

Kita tahu untuk kenyamanan dan keselamataan para penggunanya, jalan raya perlu perawatan dan juga memiliki sejumlah fasilitas prima. Ini tentu saja membutuhkan ongkos yang tidak sedikit.

Pengenaan pajak kepada pesepeda memungkinkan pemerintah memiliki tambahan dana yang lebih besar untuk perawatan jalan raya dan pembangunan sejumlah fasilitas, termasuk dalam hal ini pembangunan fasilitas khusus untuk para pesepeda.

Di sisi lain, pengenaan pajak atas penggunaan sepeda juga bakal kian memperkuat hak serta legitimasi pesepeda di jalanan. Dengan membayar pajak, fasilitas-fasilitas khusus yang dibangun untuk memanjakan pesepeda tidak akan lagi membuat pengguna kendaraan lain iri. Toh, mereka sama-sama sebagai pembayar pajak.

Akan tetapi, di sisi lain, mungkin pula banyak yang tidak setuju jika para pesepeda dikenai pajak. Justru sepeda semestinya dibebaskan dari pajak apa pun. Kenapa? Karena penggunaan sepeda dapat ikut mereduksi kemacetan dan membuat lingkungan lebih sehat.

Pada saat yang sama, penggunaan sepeda juga mendorong gaya hidup aktif yang dapat berkontribusi kepada peningkatan kualitas kesehatan  masyarakat. Jika kualitas kesehatan masyarakat meningkat, maka tingkat kebahagiaan dan produktivitas mereka juga turut terkerek, yang pada gilirannya dapat ikut berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi.

Maka, alih-alih memungut pajak dari pesepeda, pemerintah sebaiknya didorong untuk memberi subsidi dan insentif yang menarik bagi para pengguna sepeda. Di sejumlah negara, pemberian subsidi dan insentif bagi pesepeda telah lazim dilakukan.

Sebagai ilustrasi, pengguna sepeda di Belgia dapat mengklaim sebesar 0,26 dollar AS per kilometer dari perrusahaan/instansi tempat mereka berkerja. Sedangkan di Prancis, pengguna sepeda bisa mengklaim sebesar 0,28 dollar AS per kilometer dari perusahaan/instansi mereka.

Pengenaan pajak terhadap para sepeda mungkin saja justru akan membuat lebih banyak orang semakin enggan menggunakan sepeda, lebih-lebih sebagai alat transportasi sehari-hari.***
(Djoko Subinarto, penulis lepas dan bloger)

Catatan Redaksi:
Artikel ini sebelumnya sudah diunggah Ayobandung.com dengan judul "Pajak Sepeda Akan Untungkan Pesepeda"


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar