Yamaha

Menurut Ahli Epidemiologi, Puncak Pandemi Covid-19 di Kota Bogor Diperkirakan Terjadi Awal 2021

  Rabu, 01 Juli 2020   Republika.co.id
Ilustrasi pandemi Covid-19. (Syaibatul Hamdi dari Pixabay )

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- Puncak pandemi Covid-19 di Kota Bogor diperkirakan akan menembus angka 72 ribu orang yang bakal terjadi pada awal 2021. Jumlah itu berdasarkan laporan dari pakar epidemiologi yang disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

"Dari Gubernur Jabar membuat laporan yang intinya di dalamnya ditulis prediksi ahli epidemiologi, Kota Bogor akan berada dipuncaknya pada Januari 2021 dengan jumlah terkonfirmasi positif 72 ribu orang," kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat ditemui di Balai Kota Bogor, Selasa (30/6).

Menurut Dedie, jumlah itu masih sebatas prediksi yang dapat berubah dan perlu dibuktikan. Sebab, pakar epidemiologi sebelumnya telah memprediksi puncak pandemi Kota Bogor akan terjadi pada Juli-Agustus.

AYO BACA : Bima Arya dan Dedie Rachim Goyang AKB, Netizen: Asikin Aja Pak

Dedie memperkirakan, prediksi puncak Covid-19 pada Juli-Agustus tidak akan terjadi. Mengingat, kondisi persebaran Covid-19 di Kota Bogor masih terbilang terkendali dengan total 182 kasus terkonfirmasi positif sejak diumumkan pertama kali pada pertengahan Maret 2020 lalu. Terlebih, dari jumlah itu tingkat kesembuhan mencapai 117 orang.

"Alhmdulillah, kemarin kan ngomong Juli-Agustus ya, mudah-mudahan tak terjadi. Nah, kemudian itu dihitung ulang lagi, katanya prediksi bergeser antara November (2020) sampai Januari (2021)," urai Dedie.

Meskipun prediksi, Dedie yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor itu menegaskan, pihaknya akan tetap waspada. Dia menyatakan, prediksi puncak itu harus dapat dihindari.

"Nah, gimana kita meng-avoid itu, ya berbagai cara tadi, beli PCR (polymerase chain reaction) beli reagen, beli rapid test, dites semua," katanya.

Lebih lanjut, Dedie mengatakan, penguatan protokol tetap harus dilakukan. Bahkan, dia berharap, penegakkan protokol kesehatan untuk mengantisipasi persebaran Covid-19 dapat menjadi gerakan nasional.

"Intinya penegakkan protokol Covid-19 konsisten, harus jadi gerakan. Bukan hanya di Bogor tapi di nasional selama vaksin Covid-19 belum ditemukan," ungkapnya.

AYO BACA : Polisi Periksa Penyelenggara


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar