Yamaha

Rasio Utang Negara Meningkat Gara-gara Covid-19

  Selasa, 30 Juni 2020   Suara.com
ilustrasi. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBOGOR.COM -- Dampak pandemi Covid-19 dirasakan berbagai sektor, terutama ekonomi. Gara-gara wabah ini, rasio utang secara nasional meningkat cukup tajam.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan, tahun ini dan tahun depan, rasio utang melejit hingga 7%-8% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Rasio utang akan meningkat hingga 37,6% pada tahun ini dan tahun depan berada di level 37% sampai 38%. Biasanya rasio utang kita hanya 30%," kata Febrio dalam rapat Badan Anggaran DPR RI, Selasa (30/6/2020).

Ekonom jebolan Universitas Indonesia ini mengungkapkan, meningkatnya pembiayaan utang ini imbas pelebaran defisit yang dilakukan pemerintah sehingga bakal meningkatkan rasio utang.

Menurut dia, ini merupakan kondisi yang tak normal, akibat pandemi pemerintah menarik utang yang cukup banyak akibat penerimaan negara yang tak maksimal.

"Kenaikan (rasio utang) ini bukan karena pilihan, tapi karena mengatasi keterpaksaan dan kegentingan yang harus kita jaga," katanya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan memproyeksikan rasio utang terhadap PDB pada tahun 2020 ini bakal melonjak ke angka 36%.

Nominal tersebut memang masih jauh dari threshold UU Keuangan Negara yang mencapai 60%, tetapi ini jauh lebih tinggi dari rasio utang terhadap PDB tahun lalu yang mencapai 30,2% dan tahun-tahun sebelumnya yang cenderung di bawah 30%.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar