Yamaha

LIPI Uji Klinis Produk Herbal pada 90 Pasien Covid-19

  Kamis, 11 Juni 2020   Husnul Khatimah
Ilustrasi. (pixabay)

CIBINONG, AYOBOGOR.COM -- Uji klinis kandidat immunomodulator yang berasal dari tanaman herbal asli Indonesia untuk pasien Covid-19 dilakukan di Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. 

Uji klinis dilakukan tim dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu 

Indonesia (PDPOTJI), Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan, dan tim dokter Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran dengan pendampingan regulasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Uji klinis dilakukan pada 90 pasien Covid-19. Dua produk yang di uji klinis adalah Cordyceps militaris dan kombinasi herbal yang terdiri dari rimpang jahe, meniran, sambiloto dan daun sembung. 

AYO BACA : Sepi Pengunjung, Pedagang di Pasar Cileungsi Bogor Mengeluh

“Uji klinis ini merupakan tonggak sejarah bagi pengembangan suplemen dan obat di  Indonesia,” ungkap Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko melalui keterangannya, Kamis (11/6/2020). 

Handoko menuturkan bahwa uji klinis produk herbal ini merupakan yang pertama di Indonesia yang ditujukan untuk penangan Covid-19 yang dipimpin dan dirancang oleh peneliti Indonesia.

Bila berhasil uji klinis ini akan membuktikan bahwa suplemen yang selama ini telah  diproduksi bisa diklaim untuk penanganan Covid-19. 

"Sehingga berpotensi untuk menjadi produk ekspor unggulan Indonesia,” ungkap Handoko. 

AYO BACA : Kapolda Jabar dan Kapolres Bogor Pantau Tes Cepat Covid-19 di Taman Safari Indonesia

Masteria Yunovilsa Putra dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI selaku Koordinator Kegiatan Uji Klinis  Kandidat Immunomodulator dari Herbal untuk Penanganan COVID-19 menjelaskan, kombinasi herbal yang sedang diuji klinis tersebut sudah memiliki nomor ijin edar. 

“Ada prototype dan datanya serta  sudah memiliki izin edar dari BPOM,” jelas Masteria. 

Ia mengungkapkan, obat dan suplemen herbal ini diharapkan tidak hanya untuk mengobati, namun  dapat digunakan sebagai pencegahan untuk Orang dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang terindikasi Covid-19. 

“Diharapkan pada bulan Juli analisis dan hasil sementara dari uji klinis sudah terlihat,” ujar Masteria.

Dia menambahkan bahwa risetnya sendiri telah dilakukan sejak bulan Maret lalu yang diawali dengan pengkajian ilmiah terhadap beberapa komoditas herbal Indonesia yang diperkirakan memiliki aktivitas imunomodulator. Kegiatan pengkajian ilmiah ini dikerjakan oleh tim peneliti LIPI, Universitas Gadjah Mada, dan PT. Kalbe Farma. 

“Harapannya jika nanti tanaman herbal ini lulus uji klinis, ketersediaanya terjamin dan dapat mudah ditemukan di sekitar,” papar Masteria.

AYO BACA : Kabupaten Bogor Konfirmasi 8 Kasus Positif Covid-19 dan 2 PDP Meninggal


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar