Yamaha

Merenggangkan Saf dan Memakai Masker saat Salat, Apakah Sah?

  Jumat, 05 Juni 2020   Suara.com
Sejumlah warga melaksanakan ibadah salat di tengah pandemi Covid-19. (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)

JAKARTA, AYOBOGOR.COM -- Banyak yang mempertanyakan sahnya salat jika dilaksanakan dengan menggunakan masker atau memberi jarak saat berjamaah.

Dilansir Suara.com, Jumat (5/6/2020), Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin AF mengatakan, saat pandemi Covid-19 hukumnya sah bagi jamaah yang mengenakan masker saat salat, meski hukum asalnya makruh di keadaan normal.

Makruh adalah suatu hukum syariah yang menyarankan suatu perbuatan tidak dilakukan, tetapi jika dilakukan tidak berdosa.

"Menutup mulut saat salat hukumnya makruh, kecuali ada hajat syar’iyah. Karena itu, salat dengan memakai masker karena ada hajat untuk mencegah penularan wabah Covid-19 hukumnya sah dan tidak makruh," katanya.

Lantas bagaimana mengambil jarak antar jamaah alias merenggangkan saf salat berjemaah, apakah salatnya sah?

Memang pada dasarnya merapatkan dan meluruskan saf merupakan keutamaan dan perwujudan kesempurnaan salat bersama.

Hasanuddin mengatakan, saat keadaan normal salat berjamaah dengan saf yang tidak lurus dan tidak rapat hukumnya tetap sah, tetapi kehilangan keutamaan dan kesempurnaan berjamaah. Akan tetapi, di masa pandemi hal itu berbeda.

"Untuk mencegah penularan wabah Covid-19, penerapan physical distancing saat salat jamaah dengan cara merenggangkan saf hukumnya boleh, salatnya sah dan tidak kehilangan keutamaan berjamaah karena kondisi tersebut sebagai hajat syar'iah," kata dia.

Soal anjuran MUI agar merenggangkan saf di masa pandemi, kata dia, juga berlaku untuk pelaksanaan salat wajib lainnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar