Yamaha

Pasien Sembuh Covid-19 asal Bogor Bagikan Cerita selama Dirawat di Wisma Atlet

  Jumat, 22 Mei 2020   Andres Fatubun
Yenita bersama tenaga kesehatan di RS Darurat Wisma Atlit Kemayoran Jakarta Pusat. Foto diambil 16 April 2020. (Yenita Rosaria Indah)

Redaksi ayobogor menerima surat seorang pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh. Ia membagikan pengalamannya selama dirawat di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran. 

Saya salah satu pasien terkonfirmasi covid 19, dan salah satu pasien yang dinyatakan negative (sembuh) setelah melaksanakan isolasi di RS. 

Untuk saya yang sakit karena virus covid 19, merupakan suatu pengalaman yang tidak semua orang merasakannya, disadarkan dengan diskusi saya bersama dokter penanggung jawab di RS kalau pasien-pasien covid 19 merupakan orang-orang pilihan oleh Allah SWT, pasien mana yang positif, pasien mana yang tidak, pasien mana yang sembuh dan pasien yang akhirnya menghadap Allah SWT. 

Bagaimana tidak, misalnya saya yang sedang melaksanakan pendidikan hanya beberapa yang terkonfirmasi, di lingkungan juga hanya yang positif, bahkan di keluarga juga hanya saya yang terkonfirmasi, itu lah pilihan. 

Allah memberikan itu kepada saya dan hanya saya yang bisa merasakan, apakah ini UJIAN untuk naik ke level berikutnya atau azab untuk dosa-dosa yang pernah dilakukan, Wallahu A'lam hanya Allah yang tau, jadi manfaatkan kondisi ini tuk Muhasabah diri, sehingga bila saya diberikan kesempatan untuk sehat seperti sekarang ini, merupakan kesempatan kembali yang diberikan Allah SWT, tuk membuat saya menjadi lebih dekat kepada Nya dan berbuat lebih baik lagi, sehingga tidak berbuat dzalim ke diri sendiri, keluarga dan lingkungan.

Sedikit berbagi pengalaman yang selalu diingat tetapi tidak mau diulang kembali, pertama saya dilakukan test rapid dinyatakan positif, membuat hati menjadi sedih, kecewa bahkan menyalahkan diri sendiri, apalagi dianjurkan tuk isolasi di RS, seakan-akan maut itu sudah dekat, karena diketahui dengan sakit ini sudah banyak yang meninggal dunia. 

Di tempat saya melakukan isolasi (di RS), pasien-pasien dituntut untuk mandiri, karena keluarga, teman bahkan siapa pun yang bukan pasien tidak dapat membesuk, tidak seperti pasien lain yang bukan terkonfirmasi covid-19 bisa ditunggu dengan keluarga, kadang bila pasien ada keluhan, pasien merasakan sendiri, karena peranan tenaga medis dengan pasien yang banyak membuat mereka juga kewalahan dengan keluhan pasien, dan kadang-kadang sesuai prosedur RS, mereka tidak bisa selalu bersama dengan kita pasiennya. 

Ini yang membuat saya menyakini hanya Allah yang melindungi saya dan pasien-pasien lain, Allah Yang Maha menguasai dan mengirimkan corona dan semua jagad raya, dan Allah juga mengirimkan OBAT-Nya. 

Saat isolasi pasien harus tetap semangat tuk meraih kesembuhan, dituntut tuk selalu HAPPY, tapi itu sangat SULIT, raga bisa di RS, tapi pikiran dan hati pasien pasti tidak,  merasa jenuh, merasa sendiri dan takut sering kali mampir di pikiran, tapi itu harus dilawan agar pikiran menjadi tenang. Dengan cara apa? Dengan cara kita harus lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, doa dan support dari semua, baik dari keluarga, teman dan orang lain, bahkan dari sesama pasien sangat dibutuhkan. 

Dengan support mental sangat membantu pasien tuk bisa semangat dan kuat tuk meningkatkan imun, maka bila didekat kita ada orang atau keluarganya menderita covid ini, berikan lah support mental, bukan cemooh atau keparno-an kita terhadap sakit ini. 

Sakit corona ini bukanlah sakit aib, tetapi sakit wabah, jadi tolong janganlah menganggap kami pasien covid sebagai orang yang menakutkan. 
Dengan ditetapkan sebagai pasien covid merupakan ujian yang sangat besar terhadap saya dan pasien-pasien lain, apalagi bila mendengar atau mengetahui bahwa saya dan keluarga dicemooh, tambah berat rasanya hrs menghadapi ini smua. Ini bukan kami yang mau untuk menderita sakit covid 19 ini. Hilangkan image menakutkan yang dipikiran saudara-saudaraku sekalian.

Untuk saudara-saudaraku yang masih sehat, ikuti saran dari pemerintah, saling membantu dan saling memberikan support dan doa. 

Untuk pasien covid harus ikhlas dan ridho akan ketetapan ini, selalu berdoa agar diberikan ketenangan jiwa sehingga segera keluar dari kondisi ini dengan sehat Aamiin Allahumma Aamiin.

Yenita Rosaria Indah Soviane
PNS


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar