Yamaha

Penerapan PSBB di Bogor Mirip DKI Jakarta

  Kamis, 09 April 2020   Husnul Khatimah
Video Conference Kepala daerah se Jabodetabek (Humas Pemkot Bogor)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama sejumlah kepala daerah di Jabodetabek melakukan koordinasi jarak jauh untuk menyatukan langkah dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ibukota dan sekitarnya.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengatakan, Kota Bogor dan sejumlah daerah lainnya sudah mengajukan surat rekomendasi penerapan PSBB kepada Menteri Kesehatan melalui Gubernur Jawa Barat.

“Mudah-mudahan tidak ada kendala. Dalam satu atau dua hari ini kita akan bahas, kekurangannya kita lengkapi. Kemungkinan minggu depan pelaksanaan PSBB akan dilakukan di Kota Bogor,” ujar Dedie. 

Menurut Dedie, poin-poin PSBB di Kota Bogor hampir mirip dengan DKI Jakarta akan terapkan. 

“Jadi, poin-poinnya hampir sama dengan DKI Jakarta dalam penerapan PSBB. Bahkan, Gubernur DKI menawarkan Pergubnya itu dapat diadopsi dan diaplikasikan juga di daerah penyangga supaya ada kesatuan langkah dan ada efektivitas pelaksanaannya lebih terjamin,” katanya.

Dengan adanya pembatasan yang lebih luas di Jakarta, lanjut Dedie, artinya akan ada sebagian besar perkantoran di Jakarta tidak beroperasi. 

"Tapi ada yang dikecualikan, terkait dengan logistik, kesehatan, bahan pokok, energi, konstruksi, komunikasi informatika, keuangan dan lain sebagainya masih dibolehkan. Jadi filosofi dari PSBB ini adalah pembatasan yang sangat luas. Artinya tidak boleh ada kumpulan masa yang intensitas tinggi,” terang dia.

Kemudian mobilitas juga dikurangi, bahkan DKI Jakarta ada pengurangan jumlah kapasitas angkutan. Misalnya bus untuk 50 penumpang, hanya boleh diisi oleh 25 penumpang.

"Demikian juga di Bogor, Gubernur DKI juga minta kepada Pemkot dan Pemkab di sekitar Jakarta untuk mensosialisasikan kepada warga supaya jangan ada kegiatan-kegiatan yang dilakukan warga yang menimbulkan kerumunan apalagi di Jakarta sudah tidak ada lagi kegiatan-kegiatan yang sifatnya masif,” kata Dedie. 

Ketika sudah diterapkan, kata Dedie, PSBB akan dievaluasi setiap 14 hari. Diharapkan penerapan PSBB mampu menurunkan jumlah penyebaran Covid-19. 

"Kalau memang ternyata jumlahnya menurun, berarti ada efektivitasnya. Kalau memang masih naik, artinya harus diperluas dan diperketat lagi. Yang jelas, jika ada rekomendasi PSBB dari Menkes, untuk Kota Bogor jadi ada dasar hukum dan dasar kebijakan apabila kita menerapkan ini,” kata Dedie. 
 


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar