Yamaha

Puntung Rokok Dimanfaatkan Sebagai Pestisida Alami

  Kamis, 27 Februari 2020   Husnul Khatimah
Praktek pemanfaatan puntung rokok sebagai pestisida alami yang diprakarsai Bidang Lingkungan Hidup HMI Cabang Bogor. (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Puntung rokok adalah salah satu limbah dari produk rokok yang cenderung dipandang sebelah mata karena ukuran yang kecil sehingga seringkali dibuang di sembarang tempat dan menjadikan lingkungan tak bersih.

Sementara itu, apabila dilihat dari segi nilai manfaat, sampah puntung rokok ini sebenarnya memiliki potensi yang bisa diimplementasikan kepada masyarakat terutama petani. Hal ini berkaitan dengan perawatan tanaman yang harus diberikan pestisida atau pembasmi hama secara rutin.

Petani sering menggunakan pestisida kimia, namun penggunaan secara terus menerus dapat menimbulkan bahaya tersendiri. Selain tidak ramah lingkungan dan harga yang mahal, pestisida kimia dapat ikut membunuh musuh alami hama tanaman, seta dapat menyebabkan penumpukan residu kimia dalam hasil panen sehingga akan berbahaya bagi kesehatan.

Permasalahan ini menjadi peluang untuk memberdayakan limbah puntung rokok sebagai sarana yang murah dan dapat mengendalikan hama pada tanaman. Oleh karena itu, Bidang Lingkungan Hidup HMI Cabang Bogor membuat kegiatan pembuatan pestisida alami dari sampah puntung rokok. Objek kegiatan tersebut yaitu berupa tanaman cabai dan bibit bunga matahari yang terserang hama dan penyakit.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu peluang besar membantu petani untuk menghemat biaya produksi sekaligus sebagai upaya mengurangi sampah di lingkungan sekitar kita, mengingat bahwa sampah puntung rokok ini sangat mudah didapatkan, dan penggunaaan pestisida alami ini bisa digunakan pada tanaman holtikultura maupun tanaman buah seperti apel dan lainnya,” ujar Yopin Kabid LH HMI Cabang Bogor, Kamis (27/2/2020).

Dia menerangkan cara penggunaannya yakni cairan puntung rokok dicampur dengan air biasa menggunakan perbandingan 1:2, kemudian pestisida limbah puntung rokok disemprotkan pada tanaman sekitar 3 kali seminggu atau sesuai dengan kebutuhan.

“Walaupun pestisida ini bersifat nabati, kita harus tetap membersihan hasil panen sayur maupun buah sama halnya dengan pestisida alami lainnya agar hasil panen tersebut bisa dikonsumsi dalam keadaan besih” katanya.

Kelebihan penggunaan pestisida alami dari sampah puntung rokok ini antara lain mencegah kehadiran hama karena baunya yang menyengat, merusak syaraf hama, mengacaukan sistem hormon hama, mengendalikan pertumbuhan jamur dan bakteri, serta dapat menyebabkan gangguan metamorfosa dan gangguan bagi serangga.

"Limbah puntung rokok memiliki kandungan nikotin, fenol, dan eugenol yang masing-masing memiliki peran dalam mengendalikan hama pada tanaman. Nikotin bersifat racun bagi organisme, sedangkan berdasarkan penelitian eugenol dan fenol berperan efektif dalam mengendalikan patogen tanaman," kata Yopin.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar