Yamaha

Datangkan Trem Baru ke Bogor, Estimasi Anggaran Capai 1,5 Triliun

  Rabu, 26 Februari 2020   Husnul Khatimah
PT Colas memaparkan hasil kajian pembangunan Trem di Bogor

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Pemerintah Kota Bogor yang bekerjasama dengan PT Colas Rail, terus melakukan kajian dan studi kelayakan secara teknis untuk mewujudkan moda transportasi trem.

Country Director PT Colas Group Indonesia, Christophe Chassagnette menyebut, mengenai dana yang dibutuhkan ia mengaku bahwa estimasi biaya yang diperlukan sekitar Rp 1,5 Triliun.

"Jadi, untuk prasarana dan sarana kurang lebih membutuhkan Rp 1,5 Triliun untuk bisa mengcover loop dan koridor yang lain. Jadi ini baru loop satu, tapi jumlah tersebut sudah mengcover semua, termasuk unit trem," ujarnya, Rabu (26/2/2020).

Menurut dia, anggaran sebesar Rp1,5 Triliun tersebut sudah termasuk mendatangkan beberapa unit trem baru dengan masa pakai 30 sampai 40 tahun. 

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengatakan hasil kajian pada tahap awal Colas Rail menyatakan Kota Bogor layak untuk menggunakan transportasi rel di dalam kota. Saat ini PT Colas Rail menyampaikan lanjutan hasil kajiannya kepada Tim Percepatan Trem dari Pemkot Bogor.

"Dari pemaparan hasil kajian teknis oleh Colas Rail ada beberapa hal penting yang menjadi catatan. Satu diantaranya adalah diperlukannya lahan seluas 5 sampai 10 hektar untuk depo," katanya.

Dia menambahkan bahwa PT Colas Rail mengusulkan depo dibangun di samping tol agar dekat dengan koridor utama yang rencananya akan berada di dekat Terminal Baranangsiang.

"Iya, tapi lahan itu bukan milik pemerintah kota dan harus diakusisi. Idealnya diatas 5 hektar untuk depo. Artinya suatu saat depo itu akan melayani seluruh koridor," katanya.

 


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar