Yamaha

Sejarawan Siap Jadi Saksi Ahli Kasus Petinggi Sunda Empire

  Rabu, 29 Januari 2020   Husnul Khatimah
Sejarawan dari Universitas Padjajaran, Profesor Nina Herlina Lubis. (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Sejarawan dari Universitas Padjajaran, Profesor Nina Herlina Lubis mengatakan penahan terhadap petinggi Sunda Empire oleh kepolisian adalah tindakan yang tepat.

AYO BACA : Jadi Tersangka,

"Itu sudah tepat malah kalau dibiarkan terus aja ditonton ditabeuh (ditanggap) gitu, ya orang jadi berpikir hal lain," ujar Nina ditemui di Balai Kota Bogor, Rabu (29/1/2020).

AYO BACA : Ditetapkan sebagai Tersangka, 3 Petinggi Sunda Empire Terancam 10 Tahun Penjara

Nina mengaku selama ini dirinya tidak mau berbicara soal isu Sunda Empire termasuk kepada media masa. Hal ini sebab Sunda Empire menurutnya lebih tepat dikomentari oleh psikiater.

"Jadi begini dari awal saya tidak mau diwawancarai tv dan koran karena saya katakan ini urusan psikiater karena saya melihat orang seperti ini orang yang punya waham kebesaran, itu buktinya apa dia mungkin mencomot berita dari sana sini sehingga tidak logis seperti urutan kerajaan dari zaman alexander the great sampai ke mesir terus pajajaran kan lier (pusing) eta teh," kata Nina.

Namun dia menambahkan jika nantinya diminta oleh polisi untuk memberikan keterangan kaitan dengan sejarah dirinya siap untuk menjadi saksi ahli dalam kasus Sunda Empire ini. 

"Dari awal saya mengatakan saya tidak mau dihadapkan dengan yang urusan psikiater itu bukan bidang saya tapi kalau urusan polri kalau Polri butuh saksi ahli baru saya akan ngomong," katanya.

AYO BACA : Roy Suryo Ungkap Identitas Asli


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar