Yamaha

Santunan Meninggal Dunia Peserta BPJS Ketenagkerjaan Rp42 Juta

  Rabu, 22 Januari 2020   Republika.co.id
Ilustrasi.

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- BPJS Ketenagakerjaan yang kini dipanggil BP Jamsostek meningkatkan manfaat bagi tenaga kerja yang ikut program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) tanpa mengerek iuran.

Masyarakat yang berstatus sebagai pekerja bisa bernapas dengan lega. Pasalnya iuran BPJS Ketenagakerjaan adem ayem alias tidak naik. Potongan gaji bulanan untuk membayar program BPJS tidak terlalu membengkak.

Menariknya meski besaran iuran tetap, pekerja yang ikut program JKK dan JKM dari BPJS Ketenagakerjaan akan menerima pertanggungan lebih besar. 

Kenaikan manfaat tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019 tentang Perubahan atas PP Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program JKK dan JKM.

Aturan ini berlaku sejak 2 Desember lalu. Ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 29 November 2019 dan diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly pada 2 Desember 2019.

Jaminan Kematian (JKM) merupakan program yang memberi manfaat uang tunai kepada ahli waris ketika peserta BPJS Ketenagakerjaan meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.

Beberapa manfaat JKM yang ditingkatkan berdasarkan PP No. 82/2019, terdiri dari:

1. Beasiswa untuk 2 anak
Bantuan beasiswa untuk 2 orang anak peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia maksimal Rp174 juta. Syaratnya masa iuran kepesertaan minimal 3 tahun. Ketentuan ini dipermudah dari sebelumnya yang masa iur minimal 5 tahun dengan nilai beasiswa Rp12 juta.

  • TK sampai SD (sederajat) = Rp1,5 juta per tahun per anak (masa pendidikan maksimal 8 tahun)
  • SMP (sederajat) = Rp2 juta per tahun per anak (masa pendidikan maksimal 3 tahun)
  • SMA (sederajat) = Rp2 juta per tahun per anak (masa pendidikan maksimal 3 tahun)
  • Perguruan Tinggi S1 (sederajat) = Rp12 juta per tahun per anak (masa pendidikan maksimal 5 tahun).

Ketentuannya pengajuan dan pemberian bantuan beasiswa dalam program JKM sama dengan JKK.

2. Santunan meninggal dunia

  • Bantuan biaya pemakaman sebesar Rp10 juta (sebelumnya Rp3 juta)
  • Santunan kematian sekaligus sebesar Rp20 juta (sebelumnya Rp16,2 juta)
  • Santunan berkala yang dibayar sekaligus sebesar Rp12 juta (sebelumnya Rp4,8 juta)
  • Jadi total santunan (uang tunai) yang diberikan ke ahli waris = Rp42 juta (sebelumnya hanya Rp24 juta).

“Tambahan manfaat perlindungan ini membuat pekerja lebih tenang dan nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari, sehingga akan berdampak pada naiknya produktivitas di dalam dan di luar perusahaan,” kata Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah seperti dikutip dari Instagram Kemnaker.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar