Yamaha

Dampak Perpindahan Ibu Kota bagi Kota Bogor

  Kamis, 16 Januari 2020   Husnul Khatimah
Ilustrasi ibu kota. (Luthfa Z. Nisa)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan berdasarkan hasil kajian pengembangan wilayah Bogor Raya yang dilakukan oleh tim dari IPB University diyakini bahwa perpindahan ibukota negara dari Jakarta ke Kalimantan akan menjadi peluang bagi Kota Bogor.

"Jadi saya meminta secara khusus tim IPB untuk mengkaji apa dampak dari pindahnya Jakarta atau ibukota Indonesia ke Kalimantan dan yang disampaikan adalah hal yang sangat menarik," ujar Bima, Kamis (16/1/2020).

Bima mengatakan berdasarkan hasil kajian diketahui bahwa Kota Bogor memiliki tingkat kemandirian ekonomi yang sangat tinggi dan tidak tergantung pada Jakarta jika dibandingkan kawasan yang lain. 

"Ini dilihat dari arus commiting, 39% orang Bogor bekerja ke Jakarta. Dibanding yang lain-lain, Depok Tangerang, Bekasi itu lebih tergantung ke Jakarta, lebih banyak bekerja ke Jakarta," kata Bima. 

Dia mengatakan dari sektor manufaktur dan industri Bogor juga lebih kuat dibanding dengan wilayah lainnya. Kemudian kekuatan Bogor yang ada pada MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) membuat pertumbuhan ekonomi di kota ini tidak akan terlalu berpengaruh jika ibukota dipindahkan.

"Jadi walaupun Jakarta tidak menjadi ibukota, tetapi tetap di kawasan daerah ekonomi khusus, itu juga mendatangkan peluang bagi kota Bogor. Jadi, singkat kata, kepindahan Jakarta tidak jadi ibukota lagi berdasarkan kajian tidak berpengaruh bagi Kota Bogor. Justru akan menimbulkan peluang apabila kita bisa itu," kata Bima. 

Senada dengan Bima, Kepala Pusat Pengkajian Perencanaan Pengembangan Wilayah (P4W) IPB University, Ernan Rustiadi mengatakan Kota Bogor mempunyai tingkat kemandirian yang tinggi jika dibandingkan daerah lainnya yang berada disekitar kawasan Jakarta.

"Tidak bisa dipungkiri, keterkaitan dengan Jakarta itu sangat besar, namun kota bogor dibanding kawasan perkotaan yang lain, karena sejarahnya, karakter budayanya, karena struktur ekonominya yang berbasis pada MICE yang interaksi dengan kota Jakartanya berbeda, sehinga kami simpulkan Kota Bogor itu relatif paling mandiri dibanding kota lainnya," kata Ernan. 

Dia menambahkan bahwa kecilnya tingkat ketergantungan Bogor terhadap Jakarta ini membuat kota hujan akan mendapatkan dampak yang tidak terlalu pengaruh ketika ibukota dipindah. 

"Dampak konsentrasi ekonomi itu tidak akan besar. Walaupun ekonomi pindah, Jakarta dan Jabodetabek, sebagai kawasan pusat ekonomi, pusat penduduk, itu akan tetap tumbuh," ungkap Ernan. 

Dia menambahkan ketika sektor pemerintahan pindah, itupun tidak akan memberikan dampak yang sangat signifikan pada perekonomian Kota Bogor secara keseluruhan karena karakteristik kota Bogor bukan berbasis sebagai kota industri.

"Bogor punya karakteristik yang khas, yaitu kekuatannya ada di sektor MICE. MICE itu adalah sektor-sektor yang menyangkut aktivitas tourism, meeting, event, itu sektor-sektor yang menumbuhkan perekonomian Kota Bogor termasuk kuliner dan sebagainya yang sangat terkait dengan tourism," kata Ernan.

 


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar