Yamaha

Bima Arya Sampaikan Hasil Kajian Bogor Raya

  Rabu, 15 Januari 2020   Husnul Khatimah
Wali Kota Bogor, Bima Arya (kanan). (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Wali Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan hasil kajian soal isu wilayah di Bogor yang dikerjasamakan dengan IPB University. Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah terkait Bogor Raya. 

Bima mengatakan bahwa hasil kajian yang telah didapat barulah bersifat hasil penelitian awal dan akan dilakukan penelitian lanjutan.

"Ini penelitian awal terkait dengan kajian pengembangan wilayah Bogor Raya. Apa yang dilakukan adalah sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan antara Pemkot dan IPB," ujar Bima, Rabu (15/1/2020).

Dia mengatakan terkait kajian soal pembentukan Bogor Raya baru akan dilakukan dalam penelitian selanjutnya.

AYO BACA : Bima Arya Sebut Hasil Kajian Bogor Raya Sudah Rampung

"Terkait pembentukan provinsi Bogor Raya dan lain-lain, ini akan dilakukan di penelitian lanjutan. Tadi sudah ada indikasinya, ini memang harus ada pengaturan yang berbeda. Tapi berbeda seperti apa, apakah ada pemekaran dan lain-lain, ini akan direkomendasikan di penelitian lanjutan," kata Bima. 

Bima menyampaikan dalam penelitian awal ada dua hal yang telah diteliti oleh tim IPB, pertama yakni pemetaan terhadap potensi, prospek atau peluang dari kawasan Bogor Raya secara keseluruhan.

"Yang kedua, aspek politis dan administratifnya, ini terkait dengan bagaimana bentuk tata kelola pemerintahan yang ideal, apakah perlu pemekaran dan lain-lain," kata Bima. 

Berdasarkan penelitian diketahui bahwa Bogor Raya mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dalam aspek ruang terbangun dan jumlah penduduk. 

AYO BACA : Bima Arya Sebut Banjir di Kota Bogor Tak Separah Dulu

"Kita lihat datanya tadi sangat pesat, catatan khusus daerah Bojong Gede, Sukaraja, dan Ciomas dimana datanya sangat pesat sekali, tadinya luasan lahan terbukanya sangat besar tapi lama-lama luas ruang terbangunnya sangat menonjol.
Kemudian ada yang tingkat kepadatannya bahkan lebih padat dari kota, yaitu Ciomas dan Bojonggede," jelas Bima. 

Dia mengatakan pertumbuhan yang pesat itu akan melahirkan potensi sekaligus persoalan.

"Persoalannya adalah pertumbuhan itu apabila tidak diiringi dengan pelayanan yang baik maka kualitas itu akan menurun. Makanya disitu muncul tingkat pencemaran, polusi, pengangguran, kemiskinan, kekumuhan dan lain-laian. Nah ini akan menjadi bahan untuk penelitian selanjutnya bagaimana mekanisme koordinasi yang tepat," kata Bima. 

Sementara itu mengenai potensi, Kota Bogor kata Bima memiliki pertumbuhan ekonomi paling tinggi dibanding daerah lainnya di Bogor Raya. Pertumbuhan ekonomi ini disebut berkualitas karena diiringi dengan tingkat harapan hidup yang juga sangat tinggi 

"Ke depan yang diperlukan adalah bagaimana mekanisme administratif kewenangan yang dimiliki apakah sudah cukup atau perlu diperbaharui atau diubah, agar potensi persoalan bisa diselesaikan, pelayanan bisa ditingkatkan, dan potensi yang ada bisa dikembangkan lagi," kata Bima. 

Dia mengatakan bahwa langkah apa yang akan diambil berdasarkan hasil dari penelitian awal ini akan ditentukan dalam penelitian selanjutnya.

AYO BACA : Bima Arya Minta Dishub Observasi Jalur Depan Mal Boxies


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

Komentar